Keris, di mata sebagian traveler senjata ini bisa jadi sangat menarik karena rahasia mistis di dalamnya. Di Padepokan Keris Brojobuwono, Solo, wisatawan bisa mengetahui dan belajar membuat keris, secara cuma-cuma alias gratis.
Tidak hanya sekadar senjata, keris juga menjadi benda pusaka. Pembuatan keris pun tak semudah membalikan telapak tangan. Selain harus melakukan teknik tempa yang rumit, banyak ritual khusus lainnya yang harus dilakukan oleh pengrajin keris. Hal ini pun seringkali membuat wisatawan yang awam tentang dunia perkerisan, menjadi sangat penasaran dan ingin melihat langsung bagaimana pembuatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat terbuka untuk memberikan edukasi tentang keris kepada siapapun. Seperti misi kami untuk memperkenalkan kepada dunia, inilah bangsa pewaris karya agung (keris-red) yang sudah diakui oleh UNESCO itu," tutur Sepuh atau pendiri Padepokan Keris Brojobuwono, Bambang Gunawan, kepada detikTravel, usai pembukaan Festival Keris Kamardikan di Museum Nasional, Jl Merdeka Barat, No 12, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012) malam.
Di padepokan ini wisatawan bisa melihat lebih dari 300 koleksi keris. Keris-keris yang tersimpan adalah keris yang tersohor di antara abad ke-5 SM sampai abad ke-18.
Mulanya, traveler yang datang ke padepokan akan dikenalkan terlebih dahulu tentang keris. Dari situ barulah terlihat apakah turis yang datang ke padepokan tersebut benar-benar ingin mempelajari tentang keris, atau hanya sekadar mengetahui sejarahnya saja.
Apabila ada traveler yang berminat untuk mempelajari dan mengenal lebih dalam tentang keris, bisa mengikuti pembelajaran lebih detil. Para pengrajin keris di padepokan ini dengan senang hati memaparkan dengan materi dan waktu yang tidak hanya satu hari kunjungan.
"Di sini kami sudah membina banyak wisatawan, dari Bali, Jawa Barat, Jateng, bahkan beberapa siswa luar negeri, seperti Kanada dan Prancis. Jadi kalau ada yang berminat, ya monggo," tambah Bambang.
Asyiknya lagi, traveler yang ingin datang dan berkunjung ke Padepokan Keris Brojobuwono tidak dipungut biaya apapun. Anda bisa langsung datang ke padepokan atau membuat janji terlebih dahulu, bila kedatangan Anda lebih dari sekadar untuk jalan-jalan.
Dengan sumringah, Bambang yang didampingi oleh Empu atau pimpinan padepokan, Basuki Teguh Yuwono mengatakan, "Kalau untuk rombongan yang menggunakan jasa travel tentu kami ada negosiasi dengan pihak travel. Tapi, kalau wisatawan biasa atau turis asing yang datang pribadi, dan anak sekolah kami tidak mengenakan biaya apapun. Semua free, mereka bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di padepokan dengan gratis."
Tidak hanya sekadar padepokan, tempat ini juga dilengkapi dengan Museum Keris, Museum Fosil, Baselan (workshop pembuatan keris), perpustakaan kecil yang berisikan buku-buku keris dan manuskrip kuno, toko cinderamata yang menjual batu-batu alam, serta panggung untuk pertunjukkan tari dan yoga. Serunya lagi, traveler bisa melihat upacara atau sesaji, sarana berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan dalam proses pembuatan keris.
Berencana untuk liburan edukasi di Padepokan Keris Brojobuwono? Sampai tanggal 31 Oktober mendatang, Anda bisa mampir ke stand edukasi padepokan yang ada di Festival Keris Kamardikan, Museum Nasional, Jakarta.
Di stand ini, traveler akan diperlihatkan sejumlah koleksi keris mulai dari yang belum jadi sampai yang sudah jadi, fosil, dan semua bahan untuk membuat keris milik Brojobuwono. Selain itu, ada juga beberapa pengrajin keris yang mempraktikan secara langsung pembuatan sarung keris, hulu, dan proses akhir pembuatan keris. Menarik!
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung