Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Nov 2012 16:12 WIB

TRAVEL NEWS

8 Kota untuk Wisata Kuliner Asli China

Suasana restoran pinggir jalan di Chengdu (Fiona Reilly/ CNNGo)
Jakarta - Masakan China bisa jadi yang paling populer di dunia. Buktinya, traveler bisa menemukan masakan China di berbagai negara. Tapi saat berkunjung langsung ke China, pastikan 8 kota ini jadi tujuan wisata kuliner Anda.

Sudah jadi rahasia umum kalau masakan China digemari tiap orang. Indonesia pun mengadopsi banyak masakan China, misalnya, masakan yang berbahan dasar mie. Saat traveling ke berbagai negara, masakan China jadi salah satu opsi, saat wisata kuliner Anda 'mentok'. Ya, China memang punya masakan yang digemari tiap lidah traveler.

Tapi tahukah Anda, di China, masakan punya karakteristik sesuai dengan provinsi masing-masing. Dari situs CNNGo, Selasa (6/11/2012), berikut 8 kota untuk wisata kuliner asli Negeri Tirai Bambu ini:

1. Chengdu, Provinsi Sichuan

Kota Chengdu menyandang gelar Kota Gastronomi UNESCO pertama di Asia, yakni pada 2010. Kota ini terkenal dengan masakan bercitarasa pedas hasil campuran merica Sichuan. Selain pedas, citarasa asin, asam, dan manis juga kental terasa.

Chengdu punya lebih dari 100 jenis jajanan pinggir jalan. Para traveler bisa mencicipi beragam makanan mulai dari mie sampai siomay berbalur minyak cabai. Untuk citarasa masakan Sichuan yang otentik, datanglah ke restoran Chef Yu Bo. Harga sekali makan memang cukup mahal, sekitar 1.000 Yuan (Rp 1,5 juta) per orang.

Untuk menikmati Hot Pot (makanan yang dimasak di tempat panas) datanglah ke Zigong Delicious Hotpot di 101 Kehua Bei Lu. Kalau ingin belanja merica khas Sichuan bernama 'hua jiao', datanglah pagi hari ke Chengdu Spice Market di 2 East Saiyuntai Dong Er Lu.

2. Lanzhou, Provinsi Gansu

Lanzhou adalah salah satu kota yang terkenal oleh kuliner di pasar malamnya. Datanglah ke sebelah barat pusat kota. Zhenghing Lu Bazaar akan memenuhi ruang di perut Anda dengan lebih dari 100 kuliner khas lokal. Ada menu ikan panggang dengan pasta wijen, juga nasi panas yang ditabur kacang, wijen, dan telur.

Untuk mencicipi mie, wisatawan biasa menyerbu Wumule Penhui. Inilah restoran pemenang kompetisi mie di Lanzhou tahun 2012. Bagi traveler muslim, jangan kuatir, karena Wumule Penhui menyajikan makanan halal.

3. Guangzhou, Provinsi Guangdong

Kota Guangzhou adalah tempat lahirnya masakan ala Canton. Kota berpenduduk 12 juta ini punya kultur kuliner yang mengakar. Deretan warung pinggir jalan dan restoran mewah menyajikan masakan khas yang menggugah selera.

Datanglah ke Ru Xuan Sha Guo di 562 Dongxiao Lu untuk mencicipi 'congee', masakan favorit masyarakat Guangzhou. Penduduk di kota ini juga biasa melakukan tradisi Yum Cha, minum teh sambil 'ngemil' pangsit dan beragam makanan ringan lainnya. Untuk mencoba Yum Cha, datanglah ke North Garden Restaurant di 200-202 Xiao Bei Lu.

4. Turpan, Provinsi Otonom Xinjiang Uygur

Berada di bagian utara Jalur Sutera tepatnya di jalur perdagangan Kashgar, menjadikan Turpan sebagai kota wisata kuliner ala China-Asia Tengah. Turpan punya masakan Uyghur terbaik di Xinjiang. Sepanjang jalan, lusinan restoran menyuguhkan masakan halal.

Cobalah mencicipi kuliner ala Asia Tengah seperti 'lamb kawop' dan roti 'nan'. Kedua makanan ini paling nikmat disantap dengan 'banshi', pangsit kambing disajikan dengan saus tomat. Untuk makanan penutup, wisatawan biasanya disuguhi semangkuk yogurt segar. Slurp!

5. Datong, Provinsi Shanxi

Shanxi adalah rumah bagi 'jin cai', salah satu masakan khas China yang paling terkenal. 'Jin cai' dimasak dengan cuka yang banyak. Anda bisa mencicipi 'jin cai' terbaik di Kota Datong.

Kota industri di sebelah utara Provinsi Shanxi punya banyak restoran yang menyajikan menu 'jin cai'. Phoenix Court Restaurant di Huayan Temple Street misalnya, punya 'jin cai' terenak di seluruh kota. Restoran ini menyajikan beragam menu khas seperti 'chrysantemum shao mai'. Restoran ini juga legendaris lho, menempati rumah yang berdiri sejak tahun 1518, pada masa Dinasti Ming!

6. Qingdao, Provinsi Shandong

Qingdao adalah 'ibukota' seafood di China. Warga setempat biasa menikmati menu udang, ikan, kerang dan teripang bersama minuman beralkohol khas yang disebut Tsingtao. Wisatawan bisa mencicipi menu serupa di beberapa tempat salah satunya restoran Haidao di 40 Yun Xiao Lu.

Di restoran ini, wisatawan bisa memilih sendiri seafood dan bumbu masakan. Sambil dimasak, Anda tinggal duduk sambil menikmati segelas Tsingtao. Masakan yang paling terkenal di sini adalah 'gala', kerang lokal yang dimasak dengan bawang putih dan minyak cabai.

Untuk belanja seafood segar, datanglah ke Xiao Gang Pier Seafood Market di Xiaogang Yi Lu. Tempat yang berlokasi di utara Qingdao ini dipenuhi kapal-kapal yang menjual langsung seafood segar dari laut.

7. Shaoxing, Provinsi Zhejiang

Kota tua penuh kanal, Shaoxing, terkenal dengan minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi beras. Namanya 'huangjiu', dengan citarasa mirip 'sake' di Jepang. Masyarakat di Kota Shaoxing sudah membuat 'huangjiu' selama berpuluh keturunan, tepatnya 2.000 tahun belakangan!

Untuk mencicipi minuman ini, datanglah ke Yellow Rice Wine Museum di 557 Xiada Lu. Anda juga bisa melihat proses pembuatan 'huangjiu'. Setelah itu, cicipilah masakan khas Provinsi Zhejiang di restoran Xian Heng, 179 Lu Xun Zhong Lu. Cicipilah beragam kuliner yang dimasak menggunakan 'huangjiu'.

8. Dazhai, Provinsi Guangxi

Dazhai adalah destinasi yang tepat untuk wisata kuliner sekaligus melihat pemandangan indah dalam sekali perjalanan. Dazhai bukanlah kota, melainkan sebuah desa yang terletak 3 jam dari Kota Guilin. Dazhai penuh dengan pesawahan berumur ratusan tahun, yang merupakan bagian dari "China's Dragon Backbone" yang terpencil.

Masyarakat setempat memanfaatkan lahan gembur mereka untuk menanam aneka bahan makanan. Padi, teh, jamur liar, dan berry liar untuk dijadikan minuman beralkohol. Untuk menikmati wisata kuliner dan alam ini, menginaplah di Farmer Li. Penginapan ini menyuguhkan masakan rumahan khas Desa Dazhai seperti tumis labu dan pakis, serta nasi yang dimasak di dalam bambu.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA