Gawat, Makin Banyak Burung yang Tabrakan dengan Pesawat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gawat, Makin Banyak Burung yang Tabrakan dengan Pesawat

Desi Puspasari - detikTravel
Senin, 26 Nov 2012 16:25 WIB
Gawat, Makin Banyak Burung yang Tabrakan dengan Pesawat
1.751 burung tabrakan dengan pesawat menurut laporan Australia (smh.com.au /Quentin Jones)
Sydney - Tabrakan antara burung dan pesawat sering terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Australia. Walau sudah banyak cara dilakukan untuk mengatasi hal ini, jumlah burung yang tertabrak pesawat malah bertambah 2 kali lipat. Duh!

Dalam dekade terakhir, tabrakan antara burung atau kelelawar dan maskapai di Australia bertambah dua kali lipat. Padahal pihak bandara sudah melakukan berbagai macam cara untuk menakuti-nakuti hewan ini. Mulai dari menembakkan meriam gas, benda tipuan yang bisa meledak, kembang api, dan layang-layang yang menyerupai burung elang.

Peristiwa ini dikenal sebagai serangan burung atau kelelawar. Hal ini tak hanya berpengaruh terhadap ekosistem dan jumlah burung, tapi juga kecelakaan penerbangan yang serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya adalah tragedi gagal mesin yang terjadi pada US Airways tahun 2009. Kecelakaan ini diakibatkan oleh sepasang angsa Kanada yang mengenai dua mesin pesawat hanya dalam beberapa menit setelah lepas ladas. Akibat kerusakan ini, pesawat harus mendarat di Sungai Hudson, New York.

Mengutip situs The Sydney Morning Herald, Senin (26/11/2012), sebuah laporan dari Biro Keselamatan Transportasi Australia menyatakan jumlah serangan ini meningkat dari 400 serangan menjadi 980 serangan antara tahun 2002 dan 2011. Tahun ini saja, dilaporkan sudah sekitar 1.450 burung yang tabrakan dengan pesawat.

Melbourne Airport mencatat sekitar 58 serangan burung terjadi pada tahun lalu. Manajer penyelidikan dan analisis data Biro Keselamatan Transportasi Australia, Stuart Godley mengatakan burung dan kelelawar adalah salah satu bahaya penerbangan yang paling umum.

"Tabrakan dengan burung sudah biasa menimbulkan kerugian bagi awak atau penumpang. Beberapa peristiwa mengakibatkan kerusakan pada pesawat dan beberapa lainnya menyebabkan semua kejadian serius seperti pendaratan paksa dan kaca jendela rusak," kata Godley.

Kepala Australian Centre for Wildlife Genomics, Rebecca Johnson, mengatakan burung dan kelelawar bisa jadi risiko besar untuk pesawat.

"Bilah kipas jadi bagian yang paling sering ditabrak," kata Johnson.

Konsultan serangan burung, Phil Shaw mengatakan, kenaikan jumlah tabrakan antara burung dan pesawat disebabkan banyak faktor. Salah satunya, bandara yang berada di daerah yang tanpa sumber daya untuk menjaga dan mengelola secara efektif satwa liar. Serta bandara yang tak punya tempat untuk pesawat yang lebih besar.

Selain itu, bandara dengan kolam, sungai, dan rumput juga menjadi oasis kecil untuk burung-burung yang ada di lingkungan perkotaan. Hilangnya habitat asli hewan tersebut, memaksa mereka beralih ke kota-kota.

Godley mengatakan, sulit untuk mengantisipasi meningkatnya serangan burung ini. Kata Johnson, waktu tabrakan yang paling sering terjadi adalah saat pendaratan dan lepas landas.

"Pada ketinggian itulah sebagian besar spesies burung terbang," kata Johnson.

Kemungkinan tabrakan burung dan pesawat ini memang tak bisa dihilangkan, tapi tetap harus diantisipasi. Banyak cara yang bisa dicoba terkait hal ini.

Bandara di kota metropolitan sering melakukan pemindahan sarang burung dan menggunakan lampu berkedip, sirine dan kembang api untuk menakut-nakuti kawanan burung. Salah satu cara yang dilakukan oleh pihak Bandara Melbourne adalah dengan menggunakan tipuan seperti orang-orangan sawah lengkap dengan alarm yang berbunyi tujuh kali dalam satu jam.

Dengan begitu, diharapkan tabrakan antara burung dan si burung besi dapat berkurang. Risiko penerbangan pun diharapkan tak terganggu lagi.

(shf/shf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads