Hal itu berarti, 1 dari 7 orang di muka bumi telah berpartisipasi dalam dunia travel tahun ini. Angka yang luar biasa, mengingat beberapa dekade lalu traveling identik dengan sesuatu yang mewah.
Angka tersebut adalah hasil pendataan dari World Travel & Tourism yang berbasis di London, Inggris. Perusahaan-perusahaan travel yang jadi anggota dewan ini mengompilasi perjalanan global termasuk lalu lintas di bandara internasional dan visa. Turis ke-1 miliar akan melintasi batas negara pada 13 Desember mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun AS dan Prancis adalah dua destinasi terbesar dalam dunia traveling, para pakar mengatakan terjadi lonjakan pengunjung di beberapa negara seperti Guatemala, Republik Dominika, dan Pantai Gading di Afrika Barat. Satu dekade lalu, negara-negara itu tak ada jejaknya di peta pariwisata.
Beberapa faktor yang mendorong perkembangan dunia traveling adalah 'keberuntungan' yang dialami puluhan juta orang Asia. Perlahan, mereka beranjak dari kemiskinan menuju kelas menengah. Lantas, mereka menghabiskan kekayaan untuk bepergian.
Menurut Scowsill, China adalah salah satu contohnya. Pada 2010 lalu, wisatawan China yang melancong ke luar negeri sejumlah 58 juta. Tahun ini, angkanya naik jadi 72 juta.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong