Bangkok Jadi Ibukota Buku Sedunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bangkok Jadi Ibukota Buku Sedunia

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 08 Jan 2013 15:50 WIB
Bangkok Jadi Ibukota Buku Sedunia
Asia Books, perusahaan buku berbahasa Inggris terbesar di Thailand (LPI/Getty/BBC Travel)
Bangkok - Ibukota provinsi, atau ibukota negara, itu istilah yang biasa. Namun bagaimana dengan ibukota buku sedunia? Bangkok mendapat predikat itu dari UNESCO karena mengembangkan budaya membaca yang tentu menarik wisatawan.

Bangkok menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang menyandang World Book Capital. Mulai sekarang, wisatawan tak hanya datang untuk menikmati atmosfer ibukota Thailand ini saja, tapi juga meresapi kultur membaca dan sastranya.

Dari situs resmi UNESCO yang dikutip detikTravel, Selasa (8/1/2013), kota pertama yang menyandang predikat ini adalah Madrid di Spanyol (2001). Beberapa kota selanjutnya adalah Alexandria (2002), New Delhi (2003), Antwerp (2004), Montreal (2005), Turin (2006), Bogota (2007), Amsterdam (2008), Beirut (2009), Ljubljana (2010), Buenos Aires (2011), dan terakhir Yerevan (2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beranjak ke sebelah utara Thailand, Kota Chiang Mai terkenal dengan deretan toko buku loaknya. Jumlah toko buku bekas lebih banyak dibanding jumlah bar di kota tersebut. Tapi Bangkok tak mau ketinggalan. Industri percetakan buku di kota ini semakin berkembang, toko buku pun tersebar di banyak tempat. Wisatawan juga bisa menyambangi beberapa kafe-perpustakaan yang nyaman.

Mengutip situs BBC Travel, Generan Director UNESCO Irina Bokova mengatakan, Bangkok dicanangkan sebagai World Book Capital 2013 karena fokus kepada komunitas dan pro terhadap perkembangan kultur membaca.

Cobalah berjalan kaki di Kota Bangkok. Anda akan mendapati banyak toko dengan rak-rak penuh buku. Toko-toko ini menjual aneka novel, majalah, sampai komik manga. Beberapa mal besar seperti Siam Paragon sudah dilengkapi jaringan toko buku asal Jepang yakni Kinokuniya, dan perusahaan buku berbahasa Inggris terbesar di Thailand yakni Asia Books.

Ada pula jaringan toko buku Barnes & Noble asal AS, dan Waterstones asal Britania Raya. Toko-toko buku ini punya atmosfer yang nyaman untuk pengunjung bersantai sambil membaca. Ada sofa, pendingin udara, lantai kayu, dan komputer yang bisa digunakan untuk selancar dunia maya.

Para penggemar buku bekas bisa menemukan 'harta karun' di Dasa Books, Jalan Sukhumvit. Ada lebih dari 16.000 buku bekas dalam berbagai bahasa untuk dijual maupun dibaca di tempat. Di sini, wisatawan bisa membaca buku di kafe sambil menyeruput kopi dan mengunyah brownies cokelat.

Untuk sekadar membaca, sempatkanlah mengunjungi Library Cafe yang masih berlokasi di Jalan Sukhumvit. Toko buku mungil ini punya atmosfer yang sangat nyaman, dengan interior ala tahun 1950-an. Anda bisa membaca buku sepuasnya sambil memesan kopi panas.

Silom, yang merupakan daerah pusat bisnis di Bangkok, punya satu tempat untuk penggemar buku. Namanya Neilson Hays Library, yang jadi tempat berlangsungnya festival membaca pertama di Bangkok. Festival itu adalah WordPlay, yang berlangsung bulan Maret tiap tahunnya. Dalam acara WordPlay, wisatawan bisa mengikuti workshop penulisan dengan para penulis lokal maupun internasional.

Nah, saatnya menikmati kultur membaca bagi Anda yang traveling ke Kota Bangkok. Selain menambah pengalaman, siapa tahu Anda menemukan buku-buku karangan sastrawan Indonesia!

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads