Koper Dibobol, Belajar dari Kasus Agnes Monica

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pengalaman Buruk di Bandara

Koper Dibobol, Belajar dari Kasus Agnes Monica

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Kamis, 14 Feb 2013 14:15 WIB
Koper Dibobol, Belajar dari Kasus Agnes Monica
Ilustrasi (dok. thinkstock)
Jakarta - November 2012 lalu, kejadian tak mengenakkan menimpa penyanyi Agnes Monica. Pasca penerbangan dari Los Angeles, kopernya dibobol lalu dibongkar di Bandara Soekarno Hatta. Agar tak bernasib sama, ini penjabarannya.

"Di airport indonesia, kunci koper dibuka dengan paksa. Ini gmana pertanggungjawabannya ya??? Ada 3 koper yang dirusak kuncinya (bukan kunci TSA). Oh my gosh. Jaman skrg, mentalnya kalo masih gini, gmana bisa maju???"

Itulah bentuk keresahan penyanyi cantik Agnes Monica pasca memergoki kopernya dibobol di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kalimat itu diucapkan lewat akun Twitternya, @agnezmo. Saat itu Agnes melakukan penerbangan menggunakan maskapai Singapore Airlines rute Los Angeles-Singapura-Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran Agnes 'uring-uringan' karena pembobolan koper tersebut. Lagipula traveler mana yang tak kesal kopernya dibobol di bandara?

Beruntung sebagai public figure, Agnes mendapatkan perhatian ekstra. Pihak Singapore Airlines langsung menginvestigasi kasus ini baik dari maskapai tersebut dan pihak bandara. Manager Public Relations Singapore Airlines, Glory Henriette, mengatakan kepada detikTravel bahwa begitu Agnes men-tweet, pihak maskapai langsung me-reply dan meminta kontak. Namun rupanya koper Agnes tak hanya dibobol, melainkan juga dibongkar isinya.

"Dari fotonya (twitter Agnes-red), kelihatan dicongkel. Isinya juga kebongkar-bongkar," kata Sekretaris Manajer Agnes Monica, Nanda, kepada detikTravel, Rabu (7/11) silam.

Masalah koper dibobol ini juga dialami banyak traveler. Pihak maskapai dan bandara sama-sama bertanggungjawab terhadap hal ini. Namun ada satu bagian lagi yang berurusan langsung dengan koper penumpang.

"Ground handling itu mengurus koper dari keluar pesawat sampai ban berjalan," tutur pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, seperti pernah dilansir detikTravel. Menurut Dudi, bagian ground handling ini juga perlu diperiksa karena mengurusi koper sejak check in sampai masuk ke pesawat.

Petugas ground handling ini berasal dari perusahaan penyedia layanan darat di bandara. Ground handling berkordinasi langsung dengan pihak bandara. Lalu bagaimana komentar pihak bandara?

"Karena kejahatan bagasi bisa terjadi di mana saja, antisipasi bagasi Anda," jelas Corporate Secretary Angkasa Pura (AP) II, Trisno Heryadi kepada detikTravel, Rabu (12/2/2013).

Menurut Trisno, bagasi yang dibongkar atau isi yang dicuri tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di banyak negara lain. Oknum penjahat bisa berasal dari mana saja. Maka dari itu, salah satu cara mengamankannya adalah dengan mengantisipasi.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan kalau mengalami pembobolan bahkan kehilangan koper? Pertama, traveler yang mengalami pembobolan koper bisa langsung melapor ke pihak AP II. Selanjutnya, pihak AP II yang akan melapor langsung ke maskapai. Urusan selanjutnya diambil alih pihak maskapai.

Kalau Anda melakukan penerbangan dari dan ke AS seperti Agnes Monica, ada baiknya mengenal kunci TSA. Transportation Security Administration (TSA) adalah bagian dari sistem keamanan bandara di Amerika. Tiap traveler yang keluar-masuk negara adidaya tersebut tak bisa lepas dari pemeriksaan TSA.

TSA memiliki gembok khusus atau yang dikenal dengan gembok TSA. Traveler bisa membelinya di mana saja, namun tetap harus memerhatikan keasliannya.

Nah, kalau koper Anda menggunakan gembok TSA, pihak TSA berhak memeriksa dan membuka koper Anda tanpa harus membobolnya. Mereka punya kunci master untuk membuka gembok TSA dari berbagai belahan dunia. Tentu saja hal ini berkaitan dengan keamanan.

Kalau TSA membuka gembok menggunakan kunci master, mereka akan melampirkan lembar pemberitahuan. Namun kalau koper Anda tidak menggunakan gembok TSA, pihak TSA akan tetap melampirkan lembar pemberitahuan walaupun gembok Anda menjadi rusak. Inilah yang tidak ada di bandara-bandara Indonesia.

Namun, ada baiknya koper Anda menggunakan gembok TSA dibandingkan gembok-gembok lain. Setidaknya petugas beberapa bandara sudah punya kunci masternya, sehingga koper Anda tidak dibobol paksa demi keamanan dan pemeriksaan. Kalau terlanjur dibobol, segera melapor ke pihak bandara setempat.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads