Keluarga besar Cendana meresmikan monumen tetenger tempat kelahiran Jenderal HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu, Bantul, Jumat (1/3/2013). Peresmian monumen di tanah kelahiran presiden kedua Indonesia itu bertepatan dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949.
Acara peresmian berlangsung cukup meriah karena dihadiri ribuan tamu undangan antara lain para anggota Legiun Veteran RI. Keluarga Soeharto yang hadir dalam acara itu antara lain, putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Titik Hediati Hariyadi. Hadir pula adik kandung Soeharto, Probosutedjo serta keluarga besar Kemusuk serta Bupati Bantul Hj Suryawidati Idham Samawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah seluas lebih dari 1.000 meter persegi itu telah direnovasi. Satu buah pendapa berada di tengah dan dua buah bangunan kayu jati berlantai keramik berada di sisi barat dan utara.
Di depan pintu masuk gerbang utama terdapat satu buah patung Soeharto setinggi 3,5 meter. Patung tersebut menggambarkan Soeharto mengenakan pakaian militer lengkap dengan tanda bintang empat.
Dua patung lagi berada di dalam rumah kayu jati di sisi barat. Satu patung setinggi 2 meter dan satu lagi patung setengah badan. Semua mengenakan pakaian militer. Di dalam museum terdapat berbagai dokumentasi foto Soeharto dari masa ke masa hingga akhir hayatnya. Selain itu terdapat silsilah keluarga HM Soeharto.
Mbak Tutut dalam sambutannya menyatakan berterimakasih atas berdirinya monumen tetenger ayahnya. Soeharto banyak meninggalkan kenangan di Dusun Kemusuk tempat kelahirannya serta keluarga besarnya tinggal hingga saat ini.
"Kami hanya bisa mengucapkan terimakasih yang tak terhingga. Bagi kami, bapak banyak memberikan pesan-pesan luhur kepada bangsa ini. Beliau tetap menjadi orang yang bersahaja selama hidupnya," katanya.
Saat menyaksikan ketiga patung yang dibuat oleh pematung Suhartono, banyak tamu undangan yang berkomentar. Sebagian besar berkomentar ketiga patung tersebut tidak terlalu mirip dengan gambar Soeharto yang asli.
"Dua patung yang berdiri wajahnya tidak mirip. Hanya patung yang setengah badan dengan posisi Pak Harto melakukan hormat yang agak mirip," ungkap Santosa salah satu tamu undangan.
(bgk/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong