Dilansir dari News Australia, Senin (11/3/2013), badai debu sedang menyelimuti kota Tokyo. Hampir seluruh kota tertutup oleh debu. Cuaca yang seharusnya cerah menjadi gelap akibat badai debu ini.
Masyarakat dan traveler pun diharapkan lebih waspada. Visibilitas atau daya pandang menjadi buruk oleh partikel debu kering yang menyelimuti udara. Masyarakat sekitar pun melindungi diri mereka dengan kacamata dan masker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan tekanan udara yang terjadi di utara bergerak ke selatan. Itu menyebabkan badai salju di utara dan menimbulkan angin kencang di Tokyo dan daerah sekitarnya," kata seorang pakar cuaca Badan Meteorologi Jepang.
Dia menambahkan, fenomena ini hanya berlangsung sementara. Nantinya, hujan akan menghilangkan debu yang ada di udara. "Di wilayah Kanto (Tokyo dan sekitarnya), angin kencang membawa partikel debu kering dari tanah yang menurunkan visibilitas," ungkapnya.
Sebelumnya, Beijing-lah yang mengalami polusi udara tingkat tinggi. Jepang dan beberapa negara lain menyuarakan keprihatinan mereka terhadap polusi udara tersebut. Hal itu diakibatkan emisi pembakaran batu bara di sejumlah pembangkit listrik, juga dari asap kendaraan di Beijing. Terkait hal ini, Menteri Lingkungan dari Jepang, Cina, dan Korea Selatan akan bertemu pada bulan Mei dan membahas cara-cara memerangi polusi udara.
(aff/sst)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel