Traveling dengan kapal pesiar ternyata tak semulus yang diperkirakan. Beberapa masalah serius pun sering terjadi. Salah satu masalah yang baru saja terjadi pada kapal pesiar mewah Carnival Triumph. Di mana penumpang terjebak di atas kapal pesiar selama berhari-hari tanpa listrik dan air.
Mengutip dari situs News Australia, Rabu (13/3/2013), situs Product Review melakukan survei terhadap ribuan orang Australia tentang keluhan saat berada di kapal pesiar. Berikut adalah 5 hal menyebalkan yang banyak dikeluhkan oleh traveler tentang kapal pesiar:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluhan ini selalu ada setiap saat," kata juru bicara Product Review, Samuel Williamson.
williamson menambahkan, beberapa traveler membandingkan harga antara minuman di kapal dengan kelab malam Sydney yang terkenal mahal. Terlebih, harga minuman di kapal pesiar bisa menjadi sangat mahal bila penumpang tidak diperbolehkan membawa minumannya sendiri ke atas kapal.
Salah satu survei menuliskan, "Harga minuman terlalu mahal. Untuk satu gelas chardy dihargai di atas AU$ 13 (sekitar Rp 130 ribu)."
2. Terlalu banyak mengeluarkan biaya tambahan
Paket wisata kapal pesiar sering menawarkan paket yang mencakup semua biaya. Tapi nyatanya banyak yang marah karena mereka sering dikenai biaya tambahan di atas kapal pesiar. Seringkali penumpang diharuskan membayar untuk minuman ringan, restoran dan bermain bingo.
"Anda akan berpikir kalau makanan dan wine seharga AU$ 22 (Rp 220 ribu) di kapal pesiar sudah termasuk gratis mencicipi atau banyak makanan dan berbagai kegiatan lain yang menyuguhkan wine. Ternyata tidak ada yang gratis! Belajar membuat koktail dihargai AU$ 20 (Rp 200 ribu), melihat cara membuat koktail dan martini pun dikenakan biaya AU$ 16 (Rp 160 ribu). Juga biaya dari lima game bingo yang saya mainkan," tulis salah satu traveler.
Bahkan salah satu traveler dari Western Australia terkejut ketika harus membayar AU$ 2.412 (Rp 24 juta) untuk berpesiar. Bagaimana tidak, traveler tersebut harus berpesiar dengan kapal yang mengalami kerusakan mekanis, perubahan jadwal, lift rusak, bau limbah, dan tidak ada AC seperti yang dijanjikan. Alhasil, para penumpang harus membayar biaya tambahan sebesar AU$ 823 (Rp 8,2 juta) untuk memesan kembali penerbangan karena kapal yang datang terlambat.
3. Tidak berhenti di pelabuhan yang sudah dijadwalkan
"Banyak hasil survei mencatat banyak pelabuhan yang dilewatkan karena masalah pada mesin kapal. Pihak kapal pesiar memberikan kompensasi yang sangat kecil, sekitar AU$ 25 (Rp 250 ribu) kepada penumpang atas masalah tersebut," ucap Williamson.
Tentu saja hal ini membuat penumpang kecewa karena paket perjalanan yang mereka beli tidak tersampaikan. Salah satu penumpang mengatakan, "Kapal dua kali rusak dan kami melewatkan Noumea."
"Melewatkan dua pelabuhan karena masalah mesin dan bukan cuaca buruk. Pihak kapal pesiar ingin penumpang menerima alasan itu dan kami menerima AU$ 100 (Rp 1 juta). Biaya tersebut digunakan untuk perjalanan pulang saat kami terlambat tiba di Newcastle, Inggris," tulis penumpang lainnya.
4. Toilet tersumbat dan kapal bocor
Banyak penumpang yang menyadari tentang keterbatasan pipa saluran pada kapal pesiar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kebersihan. Kapal pesiar seperti tidak pernah diperbaiki dan membuatnya tidak higienis dan tidak nyaman.
"Toilet umumnya selalu tersumbat." Ada lagi traveler yang menuliskan komentar, "Kapal sudah tua dan bocor, kabin kami banjir, toilet tersumbat, shower di kamar mandi tidak jelas, bisa terlalu dingin atau terlalu panas."
5. Mendapat tagihan lebih di atas kapal pesiar
Mendapatkan tagihan lebih, seringkali terjadi saat penumpang berada di bar atau kios di dalam kapal pesiar. Oleh karena itu, penumpang harus mengecek kembali tagihan apapun sebelum pergi dari kapal.
"Tagihan yang berlebihan bukan masalah khusus di kapal pesiar. Itu hanya meninggalkan rasa kesal penumpang, terlebih jika selama perjalanan mereka mendapatkan pengalaman yang baik," kata Williamson.
(shf/shf)










































