Turis mancanegara yang menyambangi Tidore, Maluku Utara, mayoritas berasal dari Belanda dan Australia. Turis asal kedua negara ini rupanya jatuh cinta dengan kekayaan sejarah dan budaya di Tidore.
Julukan 'Spice Island' rupanya tak lepas dari Tidore. Atas kekayaan rempah-rempahnya, Tidore pernah dijajah Portugis dan Belanda. Ini juga yang jadi alasan turis Belanda dan Australia menggemari Tidore.
"Wisatawan Belanda dan Australia lebih tertarik dengan antropologi dan sosiologi," ucap Kepala Dinas Pariwisata Tidore, Asrul Sani saat jumpa pers Festival Tidore 2013 di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak kalah dengan Bali, kita juga punya Pulau Mare untuk melihat lumba-lumba. Dengan adanya Festival Tidore, diharapkan Tidore semakin terkenal di kalangan wisman," ungkap Asrul.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica