Kota Pamukkale di Turki dikenal wisatawan sebagai kota resor dengan pemandian air panas alami. Tapi bukan itu saja yang rupanya dimiliki kota itu. Ribuan tahun silam, kota ini adalah Hierapolis di zaman Yunani kuno.
Hierapolis ditulis sejarawan Yunani sebagai tempat Pluto's Gate atau gerbang Pluto. Legenda menyebutkan tempat ini begitu penuh asap berbahaya yang bisa membunuh orang dan monster dengan cepat. Gate to Hell, begitulah legenda menamai tempat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga reruntuhan kolam air panas dan pelataran yang diyakini tempat para pendeta melakukan penerawangan dan bicara dengan orang mati. Ada juga teras dengan anak tangga yang dipakai masyarakat zaman dulu untuk duduk menghadap kolam air panas dan melihat sapi jantan dikorbankan di Pluto's Gate.
"Penerawangan itu mungkin halusinasi karena menghirup asap dari Gate to Hell," kata arkeolog Francesco D'Andria dari Universitas Salento seperti saat dilihat dari Discovery News, Rabu (3/4/2013).
Namun, Pluto's Gate masih berbahaya. Selama penggalian, para arkeolog sering mendapati burung-burung mendadak mati. Rupanya, yang menyebabkan kematian adalah uap karbon dioksida yang keluar dari dalam tanah. Itulah rahasia kematian di Pluto's Gate.
"Selama proses penggalian di dekat gua, kami bisa melihat betapa bahayanya tempat ini. Beberapa ekor burung langsung mati karena uap karbon dioksida, ketika burung itu terbang ke dekat bagian terbuka yang berhawa hangat," kata D'Andria.
Situs ini dihancurkan oleh orang-orang Kristen pada abad ke-6 dan juga gempa bumi. D'Andria dan timnya menemukan tempat ini kembali dengan cara menelusuri jalur mata air panas alami yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Nah, untuk wisatawan yang mau mandi air panas di Pamukkale, silakan memilih aneka resor yang ada. Tapi, jangan dekat-dekat 'Gerbang ke Neraka' ya!
(/)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar