Ternyata, Turis Arab Paling Banyak Datang ke Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ternyata, Turis Arab Paling Banyak Datang ke Indonesia

Desi Puspasari - detikTravel
Kamis, 04 Apr 2013 16:29 WIB
Ternyata, Turis Arab Paling Banyak Datang ke Indonesia
Turis Arab di Taman Safari Cisarua (Putri/detikTravel)
Jakarta - Uni Emirat Arab memang terkenal dengan destinasi wisatanya yang mewah dan keren. Siapa sangka, justru turis Arab paling banyak melancong ke Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, menjadi pilihan bagi turis Arab yang mau liburan. Terbukti dari tingginya kunjungan turis Arab, khususnya dari Uni Emirat Arab ke Indonesia.

"Selain negara-negara di Asia peningkatan kunjungan juga terjadi pada turis Arab. Pada bulan Februari 2013 meningkat 35,4 persen," jelas Menteri Parekraf, Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers Pencapaian Wisatawan Februari 2013, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (4/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara akumulatif mulai dari Januari-Februari 2013, kedatangan turis Uni Emirat Arab jadi yang paling tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), peningkatan turis asal UEA mencapai 59,8 persen.

Nilai ini lebih tinggi dibandingkan India, Bahrain, Malaysia, dan Mesir, yang juga termasuk paling tinggi tingkat kedatangannya. India hanya meningkat 14 persen, Bahrain 12,2 persen, Malaysia 12,1 persen, dan Mesir 10,6 persen.

Menurut Bendahara Umum Associaton of The Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) Usmiati, peningkatan turis Arab karena adanya promosi yang memudahkan kedatangan mereka ke Indonesia.

"Kerja sama antara maskapai Garuda Indonesia dengan Etihad tentu membantu aksesibilitas kedatangan turis Arab," kata Usmiati.

Selain itu, juga akan ada kerja sama dengan Kementerian Agama untuk menangani dan menarik perhatian turis Arab. Liburan yang turis Arab lakukan di Indonesia pun cenderung lama.

"Kedatangan mereka bisa sampai 2 minggu atau bahkan 1 bulan di Indonesia," tutup Usmiati.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads