Pilot Abal-abal Terbangkan Pesawat Menuju London

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pilot Abal-abal Terbangkan Pesawat Menuju London

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 13 Mei 2013 08:50 WIB
Pilot Abal-abal Terbangkan Pesawat Menuju London
Michael Fay (The Sydney Morning Herald)
London - Kasus terkait pilot abal-abal tak hanya terjadi satu kali. Kali ini, seorang mantan pilot US Air Force berpura-pura menjadi pilot Afriqiyah Airways. Sudah 8 bulan dia menerbangkan Airbus A320 ke Bandara Gatwick di London.

Michael Fay (29) adalah mantan pilot US Air Force yang tinggal di Alton, Hampshire. Dia meniru lisensi pilot dan sertifikat medis untuk menerbangkan pesawat Afriqiyah Airways, maskapai nasional Libya.

Tak tanggung-tanggung, Fay telah 8 kali mendaratkan pesawat di Bandara Gatwick, London. Pendaratan pertama yaitu pada 1 Juni 2010, hingga akhirnya Fay ditangkap pada 3 Februari 2011. Hal itu lantaran pilot lain menemukan keanehan saat berbincang dengan Fay di sebuah forum internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fay adalah orang pintar dan banyak akal. Dia jelas-jelas tidak peduli terhadap keamanan masyarakat kalau dia kerja tanpa lisensi dan sertifikat medis yang asli," tutur Detektif Chris Thorne dari Kepolisian Hampshire seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald, Senin (13/5/2013).

Atas penipuan tersebut, Fay diminta hadir di Winchester Crown Court pada Jumat (3/5) lalu. Namun Fay tidak hadir di pengadilan. Dia sekarang jadi buronan internasional, dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.

Fay melakukan penipuan tersebut sesaat sebelum berakhirnya rezim Muammar Gaddafi, yang adalah pemilik Afriqiyah Airways. Mulai Juli 2012 maskapai itu kembali terbang ke Eropa setelah sempat kehilangan akreditasi keamanan selama konflik di Libya.

"Dia (Fay) menargetkan maskapai Libya saat ekonomi dan politik negara itu rentan. Kalau saja pilot asli di forum internet itu tidak menyadari, Fay mungkin akan menempatkan masyarakat pada risiko lebih tinggi," tambah Detektif Chris Thorne.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads