Potong Kue dan Merdeka Ala Bangsa Azerbaijan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Potong Kue dan Merdeka Ala Bangsa Azerbaijan

- detikTravel
Rabu, 29 Mei 2013 07:08 WIB
Potong Kue dan Merdeka Ala Bangsa Azerbaijan
Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Dr Tamerlan Karayev saat pidato pembukaan Republic Day (Sastri/ detikTravel)
Jakarta - Perayaan hari kemerdekaan suatu bangsa, adalah pengalaman menarik bagi traveler. Kalau tak bisa lihat di negara aslinya, aneka Kedubes di Jakarta juga punya perayaan yang sama serunya, seperti Azerbaijan.

Tepat pada 28 Mei 1918, Azerbaijan terbebas dari kungkungan Uni Soviet. Tiap tahun hari kemerdekaan ini dirayakan oleh warga Azerbaijan di seluruh dunia, tak terkecuali Jakarta.

Azerbaijan National Republic Day digelar di Hotel JW Mariott, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (28/5/2013). Ini adalah peringatan hari kemerdekaan ke-95 Azerbaijan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami adalah negara Muslim pertama yang menganut sistem pemerintahan republik demokratis. Selama beberapa tahun pasca merdeka, Azerbaijan membangun universitas juga opera dan sentra balet seperti di dunia barat," tutur Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Dr Tamerlan Karayev saat pembukaan acara.

Azerbaijan masuk dalam wilayah Uni Soviet hingga akhirnya pada 1918 negara ini mendaulat kemerdekaan. Azerbaijan lalu sukses menjadi negara Muslim pertama yang menganut sistem pemerintahan republik demokratis. Di Azerbaijan, hari kemerdekaan dijadikan hari libur nasional.

Di dalam ballroom hotel JW Mariott, perayaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Azerbaijan. Setelah sambutan dari Dr Tamerlan Karayev, ada prosesi pemotongan kue tanda perayaan dimulai.

"Hubungan diplomatis bilateral antara Indonesia dan Azerbaijan dimulai tahun 1992. Sejak itu kedua negara terus ekspansi dalam berbagai hal terutama ekonomi. Sektor yang akan dikembangkan selanjutnya antara lain pendidikan, pariwisata, pertukaran pelajar, penelitian, juga sains dan teknologi," tambah Dr Tamerlan Karayev.

(sst/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads