Bandara Soekarno Hatta adalah salah satu pintu masuk turis mancanegara. Setiap harinya, banyak turis yang lalu lalang di sana. Tapi sayang, sarana dan fasilitas di sana dianggap kurang memadai. Bandara Soekarno Hatta pun dirasa sudah tak mampu menumpang jumlah turis.
"Banyak yang mengeluh tentang Bandara Soekarno Hatta, saat weekend atau hari libur kejepit, bandaranya sudah seperti terminal bus," kata Wakil Ketua ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) Jakarta, Rudiana saat Jumpa pers Kunjungan Wisman April 2013 Kemenparekraf di Bailairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (3/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari biasa saja, Bandara Soekarno Hatta sudah macet. Saya dulu gampang cari parkir, coba sekarang, bisa muter-muter dulu," ujar Rudiana.
Mungkin, hal seperti ini sudah dirasakan traveler yang pernah menyambangi Bandara Soekarno Hatta. Kemacetan, sumpeknya bandara, hingga lamanya waktu keluar dari bandara jadi sesuatu yang biasa di bandara tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu lantas angkat bicara. Masalah transportasi di Bandara Soekarno Hatta menurutnya akan diselesaikan terlebih dahulu.
"Tahun depan sudah ada fast train dari bandara ke Manggarai. Mungkin itu bisa menjawab keluhan turis," ujar Mari.
Diperkirakan, kini Bandara Soekarno Hatta kedatangan 50 juta penumpang. Padahal, bandara ini hanya mampu menampung 20 juta penumpang saja.
"Turis yang datang di Bandara Soekarno Hatta, itu susah untuk keluar," keluh Rudiana lagi.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica