Siapa yang tahu film 'Argo' yang mengisahkan soal tahanan politik Iran. Meskipun mendapat penghargaan, rupanya film ini dianggap tidak menggambarkan keadaan Iran sesungguhnya. Itulah yang dikatakan Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh dalam perbincangan khusus dengan detikTravel.
"Jangan nonton 'Argo', itu tidak menggambarkan Iran yang sesungguhnya," kata Farazandeh, di kantor detikcom, Jakarta, Jumat (7/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya salju di gunung dan orang bisa main ski, pantai yang bagus di Teluk Persia dan pertanian yang indah di tengah-tengahnya," kata Farazandeh.
Dia mengajak para traveler Indonesia berkunjung ke Iran. Menurut dia, Iran memberlakukan Visa on Arrival untuk wisatawan Indonesia.
"Nah kalau wartawan tetap harus membuat visa, karena untuk izin membawa kamera foto dan video," jelas dia.
Farazandeh menjamin, Iran memiliki sistem transportasi yang bagus. Ada MRT di kota besar dan bus antar kota untuk memudahkan traveler wara-wiri di Negeri Persia itu.
"Untuk akomodasi, termasuk hotel dan makan tidak sampai USD 100 per hari. Bisa jauh lebih murah, tergantung hotelnya. Banyak juga hotel apartemen yang bisa diisi 3-4 orang," kata Farazandeh.
Untuk mempromosikan Iran kepada masyarakat Indonesia, Kedubes Iran akan lebih menggiatkan aneka festival budaya di Jakarta. Festival Tahun Baru Nowruz dan Festival Film Iran di Gedung Usmar Ismail Kuningan, menurut dia banyak diminati warga Indonesia.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo