Hotel-hotel di Indonesia bersiap-siap untuk mengantisipasi kenaikan BBM. Penghematan energi sampai promosi kepada wisatawan pun disiapkan.
Kenaikan BBM memang membuat wisatawan cemas, salah satunya terhadap tarif bermalam di hotel. Meski begitu, hotel-hotel punya cara untuk mengantisipasi kenaikan BBM dan memudahkan wisatawan untuk bermalam.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yanti Sukamdani pun turut serta dalam acara ini. Dia memaparkan taktik-taktik hotel dalam menghadapi kenaikan BBM, salah satunya penghematan energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanti menambahkan, penghematan energi mulai dilakukan oleh hotel-hotel. Beberapa contohnya seperti, memakai lampu hemat energi dan dan mematikan listrik saat jam-jam tertentu, serta memakai minyak diesel yang didaur ulang.
"Ada beberapa hotel yang punya sistem komputer sendiri, jadi secara otomatis lampu-lampu akan dimatikan saat malam hari, seperti lampu merk hotel yang ada di depan-depan dan lampu kitchen," kata Yanti.
Yanti berpendapat, penggunaan tenaga matahari juga bisa menjadi solusi. Hal tersebut bisa dimaksimalkan hotel dengan bantuan dari Kemenparekraf.
"Masa negara Swiss yang summernya 2 bulan, bisa punya tenaga solar," ujarnya.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?