Wisatawan domestik dianggap mengalami dampak lebih besar terhadap kenaikan BBM. Biaya transportasi dan tarif menginap di hotel pun bakal mengalami kenaikan. Bisa-bisa, kegiatan traveling bakal terbengkalai.
"Dampaknya paling terasa kepada pengunjung domestik. Misalnya mau berlibur kemana, pasti dia mikir-mikir dulu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yanti Sukamdani kepada detikTravel setelah acara Sosialisasi Kebijakan Penyesuaian Subsidi BBM dan Program Kompensasinya di Grand Sahid Jaya, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang begini deh, kamu naik bus saja Rp 2.000. Kalau BBM naik bisa jadi 3.000," ujar Yanti.
Selain soal transportasi, tarif bermalam di hotel juga bakal mengalami kenaikan. Meski begitu, anggota-anggota PHRI masih merapatkan untuk menyepakati kenaikan tarif bermalam. Berbagai cara seperti promosi hotel pada low season, juga bakal diterapkan untuk menarik wisatawan.
"Kita harus memudahkan wisatawan domestik untuk liburan. Kenaikan BBM ini jangan mempengaruhi jumlah wisatawan domestik atau wisatawan mancanegara juga," tutup Yanti.
(aff/fay)
