Berencana menjelajahi Jepang menggunakan kereta? Wisatawan perlu memperhatikan perubahan sistem tiket yang disiapkan sejumlah operator transportasi.
Tiket kertas dengan pita magnetik kini mulai digantikan dengan tiket kereta berbasis kode QR. East Japan Railway Company atau JR East menjadi salah satu operator yang menyiapkan perubahan tersebut.
Tiket baru akan menggunakan kode QR yang dapat dipindai pada gerbang khusus sehingga penumpang tak perlu lagi memasukkan tiket ke dalam mesin seperti pada sistem magnetik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, tiket kertas magnetik digunakan dengan cara memasukkannya ke celah gerbang saat penumpang masuk stasiun. Kemudian, tiket keluar kembali di sisi lain dan diambil penumpang untuk digunakan lagi saat melewati gerbang keluar di stasiun tujuan.
Mulai musim semi 2027 atau sekitar bulan Maret-Mei, beberapa perusahaan kereta api Jepang akan beralih ke sistem tiket baru dengan kode QR yang tercetak di atasnya.
Kode QR dapat dipindai secara optik untuk memastikan bahwa tarif telah dibayar sehingga tidak perlu menyimpan data tersebut di pita magnetik.
Berikut daftar perusahaan di Tokyo yang mengalami perubahan tiket kertas kereta menjadi tiket berbasis kode QR:
1. Keisei Electric Railway (Tokyo dan Chiba)
2. Keikyu (Tokyo, Kanagawa)
3. Tokyo Monorail (Tokyo)
4. Tobu (Tokyo, Saitama, Chiba, Gunma, dan Tochigi)
5. Hokuso (Tokyo, Chiba)
6. Sendai Airport Transit (Miyagi)
Melansir Japan Today, Jumat (23/10/2026), JR East mengatakan bahwa peralihan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan.
Tiket bermagnet memerlukan penanganan khusus dalam proses pembuangannya, sedangkan tiket berbasis kode QR dapat menggunakan kertas biasa sehingga lebih mudah dikelola sebagai limbah.
JR East memperkirakan perubahan tersebut juga dapat membantu mengurangi kompleksitas mesin di setiap gerbang stasiun. Penggunaan sistem pemindaian QR dinilai dapat mendukung pengembangan layanan tiket digital yang semakin banyak digunakan penumpang.
Ukuran tiket baru juga mengalami perubahan. Tiket kereta berbasis kode QR memiliki ukuran hampir tiga kali lipat dari yang sekarang, yakni dengan panjang 5,75 cm dan lebar 8,5 cm, membuatnya lebih mudah dipegang penumpang.
Meski begitu, tiket magnetik tidak langsung menghilang dari seluruh layanan kereta. Penghentian akan dilakukan secara bertahap, sementara tiket untuk perjalanan Shinkansen dan kereta ekspres jarak jauh masih akan tetap diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi traveler, perubahan ini menjadi pengingat untuk memeriksa jenis tiket yang digunakan dan gerbang yang tersedia di stasiun. Penumpang sebaiknya mengikuti petunjuk operator serta memastikan tiket yang dibeli seusai dengan layanan dan rute perjalanan.
Peralihan tiket berbasis kode QR telah menjadi bagian dari perubahan cara wisatawan menggunakan transportasi umum di Jepang. Wisatawan dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang berlaku dan tetap menikmati perjalanan menggunakan kereta di berbagai kota.

Komentar Terbanyak
Melihat Lagi Dukungan Menteri Pariwisata Terhadap Konser Andrea Bocelli
Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI
Polemik Konser Andrea Bocelli, Kementerian Pariwisata Tegak Lurus Ikuti MUI