Saatnya Liburan Sambil Melindungi Hiu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Saatnya Liburan Sambil Melindungi Hiu

Fetry Wuryasti - detikTravel
Senin, 24 Jun 2013 08:23 WIB
Saatnya Liburan Sambil Melindungi Hiu
Hiu di Karimunjawa (Rucitra/dTraveler)
Jakarta - Hiu adalah salah satu hewan laut favorit para penyelam. Dalam rangka memperingati World's Ocean Day, situs pencarian wisata wego mengajak traveler muda untuk ikut melindungi hiu di Indonesia.

Pada kesempatan gathering bersama para traveler, Minggu (23/6/2013) sore, Wego menjadikan World's ocean Day sebagai ajang untuk mengapresiasikan keindahan lautan di dunia. Tidak hanya keindahan laut, Wego juga mengajak traveler untuk menjaga biota dan keseimbangan ekosistem alam bawah laut, salah satunya hiu.

#WegoHangout, acara yang telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini, merupakan sebuah acara informal bagi para traveler berbagi kisah perjalanan mereka. Dalam topik "The Beach, The Ocean", Wego menghadirkan beberapa traveler ternama, seperti Amalla Vesta, Dayu Hatmanti, Gemala Hanafiah dan Riyanni Djangkaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya hiu tidak seganas yang orang pikirkan. Banyak orang yang awalnya takut akan hewan ini, namun tidak sedikit yang akhirnya menyalahgunakan manfaatnya, seperti pengambilan sirip Hiu dan perusakan alam bawah laut. Untuk melindungi Hiu, pertama-tama yang harus diajarkan adalah bagaimana melindungi alam bawah laut.

Oleh karena itu, Dayu Hatmanti, Miss Scuba International 2011 menjadi pengajar di Kapal Pendidikan Kalabia di Raja Ampat. Kalabia adalah satu satunya kapal pendidikan lingkungan untuk anak-anak di Raja Ampat.

"Anak-anak yang usia 9 atau 10 tahun, kita ajarkan apa itu terumbu karang dan bagaimana menjaganya. Kalabia percaya kalau anak-anak ini adalah yang hidup di paling dekat dengan laut. Mereka pastinya adalah orang-orang yang paling berperan menjaganya," ujar Dayu saat berbagi pengalaman selam bersama traveler lainnya di One Wolter Place, Jl Wolter Mongonsidi, Jakarta Selatan.

Pinneng, seorang fotografer underwater salah satu majalah selam di Indonesia juga berbagi pengalamannya. Menurut dia hiu hanya menyerang manusia karena salah menduga sebagai mangsa. Selebihnya, hiu tidak mengganggu manusia.

"Hal yang sering terjadi penyelam tergigit hiu, adalah hiu yang salah menyangka para penyelam itu adalah singa laut, mangsa mereka. Berkali-kali menyelam, tidak pernah hiu yang saya rasa membahayakan saya," tambah Pinneng.

Graham Hills, Managing Director Wego Indonesia, berharap acara ini bisa membangkitkan kecintaan traveler terhadap hiu. Kehadiran para diver profesional ini diharapkan bisa membuat para traveler pecinta selam lebih menghargai alam bawah laut.

"Dengan mengundang para traveler dan pecinta biota laut, acara #WegoHangout ini diharapkan dapat memberikan suatu nilai lebih bagi para pecinta lautan dan perairan," ujar Graham Hills.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads