Dari Huffington Post, Selasa (2/7/2013), Kota Paris dan Roma mungkin memang ramai kendaraan. Tetapi sebuah survei dari airporttransfers.co.uk menunjukkan, naik taksi di dua kota ini juga tidak jauh lebih baik.
Sopir taksi di Ibukota Prancis dan Italia dinilai paling kasar. Penilaian ini diperoleh dari jajak pendapat wisatawan Inggris yang diselenggarakan Airport Transfers. Kota Dubai, Emirat Arab dan Magaluf di Pulau Majorca, Spanyol juga termasuk dalam daftar kota dengan sopir taksi paling kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tempat wisata dengan sopir ramah juga dapat ditemukan antara lain, di Resor Playa de las Americas Pulau Tenerife, di New York dan di Pantai Palma Nova, Majorca. Responden ditanya hal yang membuat mereka berpendapat seperti apa sopir taksi ramah.
Sebanyak 86% responden setuju dengan kriteria sopir ramah adalah yang banyak bicara. Sementara 42% responden lainnya juga berkata sopir taksi ramah adalah seseorang yang memberi saran dan pengetahuan tentang daerah mereka.
Sebaliknya, saat responden ditanya seperti apa supir taksi yang kasar, mayoritas sebanyak 51% menjawab adalah seseorang yang tidak membantu mereka sebagai penumpang.
Chris Clarkson, direktur Airporttransfer.co.uk berkata pengalaman naik taksi di seluruh dunia, bisa menjadi pengalaman yang sama sekali berbeda, tergantung pada waktu dan tempat.
"Anda bisa saja mendapat sopir taksi yang sangat ramah di dunia. Mereka bisa saja memandu tur dalam perjalanan ke tujuan wisata Anda. Sebaliknya Anda bisa mendapatkan taksi dengan sopir yang hanya mendengus dalam menanggapi apa pun yang Anda katakan," ujar Clarkson.
Wah, bagaimana dengar sopir taksi di Indonesia ya?
(sst/sst)










































