Guizhou di China memiliki destinasi wisata baru yang langsung membetot perhatian traveler, Jembatan Huajiang Grand Canyon. Jembatan tertinggi di dunia itu jadi cuan bagi warga sekitar.
Pengunjung tak hanya melintas, tetapi juga mencoba berbagai atraksi wisata di kawasan tersebut selama libur Golden Week China. Jembatan sepanjang 2.890 meter itu menghubungkan wilayah Guanling Bouyei-Miao dengan Zhenfeng.
Pada April 2026, Guinness World Records menetapkannya sebagai jembatan tertinggi di dunia dengan ketinggian 626,01 meter di atas sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Global Times, Senin (12/10/2026) jembatan tersebut dibangun untuk memangkas waktu perjalanan melintasi ngarai dari sekitar dua jam menjadi hanya dua menit. Insinyur utama proyek, Yang Jian, mengatakan ketinggian ekstrem bukan tujuan utama pembangunan.
Jika jembatan dibuat lebih rendah, proyek itu membutuhkan terowongan lebih panjang dan biaya yang lebih besar. Sejak awal pembangunan, jembatan dan kawasan seluas lebih dari 50 kilometer persegi di sekitarnya juga disiapkan sebagai destinasi wisata.
Pengunjung bisa berjalan di koridor wisata sepanjang 796 meter, melihat pemandangan dari ruang observasi berdinding kaca, atau mencoba lintasan lari layang sepanjang 1.411 meter.
Bagi pencinta tantangan, tersedia aktivitas bungee jumping dan berjalan di atas papan sempit yang menggantung di atas ngarai. Wisatawan juga bisa naik lift menuju area pengamatan di dalam struktur jembatan. Saat malam tiba, pertunjukan cahaya dan layar air menjadi atraksi tambahan.
Selama libur Golden Week, kawasan itu turut menggelar konser, kegiatan balap, dan acara kuliner. Wisatawan dari wilayah Zhenfeng dapat naik bus antar-jemput menuju menara jembatan, lalu menggunakan lift untuk mencapai area wisata.
Operator mencatat sekitar 3,3 juta kunjungan sejak proyek wisata jembatan mulai beroperasi. Wisatawan asal Chongqing, Cheng Guojian, yang datang bersama keluarganya, sengaja memasukkan jembatan itu ke dalam rencana liburan.
Ia bahkan menyediakan waktu sehari penuh untuk menjelajahi kawasan tersebut. "Jika tidak ada jembatan ini, mungkin kami tetap melewati kawasan ini, tetapi kami tidak akan berhenti dan menghabiskan begitu banyak waktu," kata Cheng.
Destinasi ini juga menarik wisatawan mancanegara, termasuk Iseult Alice Fitzpatrick. Mahasiswa asal Irlandia di Harvard University itu berkunjung ke China pada Mei.
Fitzpatrick mencoba berjalan di atas papan sempit yang menggantung di atas ngarai dengan mengenakan perlengkapan pengaman.
"Ini cara yang sangat menyenangkan untuk melihat pemandangan karena kita sendirian, berada sangat tinggi, dan terasa dekat dengan alam. Pemandangannya luar biasa, sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," ujarnya.
Tak hanya menarik wisatawan, jembatan itu juga menggerakkan ekonomi warga sekitar. Sejak dibuka, Huajiang dan kawasan sekitarnya menerima lebih dari 1,48 juta kunjungan. Sebanyak 124 usaha makanan dan minuman serta 15 hotel dan penginapan telah berdiri, sementara sektor pariwisata turut membuka lapangan kerja bagi lebih dari 2.000 warga.
Pedagang buah di sana, Huo Zhenggui, mengatakan jembatan membuat pengiriman lebih cepat dan mengurangi kerugian akibat perjalanan panjang.
"Sekarang setelah jembatan dibuka jumlah wisatawan bertambah dan bisnis lebih baik dari sebelumnya," ujar Zhenggui.
Selain pedagang, pengelola hotel di kawasan itu juga mengalami dampak yang positif dari dibukanya Jembatan Huajiang. "Jembatan sudah dibuka, sekarang kamar-kamar sering penuh dipesan pada akhir pekan dan hari libur," kata Wu Fuying.










































