Di tengah lonjakan jumlah perjalanan wisatawan China saat Golden Week, mereka justru cenderung menahan pengeluaran karena kondisi ekonomi yang masih lesu.
Golden Week China dimulai pada 1 Oktober kemarin, libur tujuh hari itu berdekatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25 September, sehingga sebagian warga China bisa menikmati libur hingga 13 hari.
Dalam periode ini biasanya menjadi momen penting untuk melihat daya beli masyarakat China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Reuters, Jumat (9/10/2026) terdapat perbedaan pada tahun ini, Golden Week China berlangsung saat permintaan konsumen masih lemah, tekanan deflasi berlanjut, dan pasar properti belum pulih sepenuhnya.
Kondisi tersebut terlihat dari pola belanja wisatawan. Tahun lalu, jumlah perjalanan selama Golden Week meningkat, tetapi rata-rata pengeluaran per perjalanan justru turun ke level terendah dalam tiga tahun, yakni 911,04 yuan atau kiranya Rp 2,1 juta.
"Konsumen masih memiliki minat yang kuat untuk bepergian, tetapi mereka tetap berhati-hati dalam menentukan berapa banyak uang yang akan dibelanjakan," kata analis senior Forthright Securities, Ailsa Liao.
Liao menyebut kondisi itu menunjukkan pola belanja yang tidak seimbang. Jumlah wisatawan dapat meningkat, tetapi pengeluaran per orang tetap tertekan.
"Lebih banyak wisatawan tidak selalu berarti keuntungan yang meningkat secara proporsional," lanjutnya.
Meski lebih berhemat, wisatawan China justru memilih perjalanan yang lebih jauh. Agen perjalanan Spring Tour menyebut paket ke Spanyol, Portugal, Balkan, Eropa Utara, Yunani, dan Selandia Baru telah habis terjual pada pertengahan Agustus. Rute ke Asia Tengah, Asia Barat, dan Australia juga laris lebih cepat dari perkiraan.
Survei Dragon Trail International menunjukkan 54% responden berencana bepergian ke luar negeri selama liburan tahun ini. Angka itu naik dari 35% pada tahun sebelumnya.
Dengan catatan, wisatawan semakin memperhatikan harga dan nilai yang mereka dapatkan dari perjalanan. Hal itu terlihat dari pilihan akomodasi, hanya 5% responden yang berencana menginap di hotel mewah, sedangkan hotel kelas menengah menjadi pilihan terbanyak dengan 33%.
Online travel agent, Trip.com, mencatat pemesanan hotel untuk masa inap minimal tujuh malam naik 123% dibandingkan Golden Week tahun lalu.
Pemerintah China berupaya mendorong konsumsi dengan menggelar kampanye pariwisata dan menambah layanan kereta selama periode liburan. Namun, Liao mengatakan belum ada tanda bahwa perpanjangan libur akan membuat pengeluaran harian wisatawan melonjak.
Warga Beijing, Kenny Zhao, yang berencana menghabiskan lima hari di Jepang, punya alasan sederhana untuk tetap bepergian.
"Rasanya sayang jika hanya tinggal di rumah selama libur panjang seperti ini," katanya.










































