Kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah memicu kekhawatiran publik setelah relawan mengaku kewalahan memadamkan api. Warganet pun menuntut pemerintah bergerak cepat.
Warganet beramai-ramai memberikan dukungan dan mendesak pemerintah mempercepat penanganan kebakaran. Dukungan itu muncul setelah relawan menyampaikan surat terbuka melalui media sosial pada Minggu (11/10/2026).
Mereka meminta pemerintah mengerahkan bantuan pemadaman dari udara atau water bombing karena upaya pemadaman di lapangan belum menunjukkan hasil signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim gabungan Yayasan Orang utan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat bahkan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman.
Dari pantauan detikTravel di kolom komentar akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal, Senin (12/10) 5.000 lebih komentar membanjiri postingan terkait situasi tersebut.
"Kalian semua pahlawan kita," tulis salah satu komentar.
Adapun yang menuliskan kekecewaan menyoal bantuan untuk penanggulangan karhutla di Tanjung Puting ini.
"Tanjung Puting destinasi wisata dunia loh.. Kalau nggak teriak dulu, mana ada bantuan dan diperhatikan," bunyi komentar tersebut.
Tak cuma komentar kekecewaan dan desakan untuk pemerintah menurunkan bantuan saja. Komentar yang mendaraskan doa pun membanjiri kolom komentar tersebut.
"Hebat banget kalian para relawan, semoga Allah jaga semuanya dan Allah lembutkan hati pemimpin-pemimpin negeri agar lebih banyak lagi bertindak," pernyataan netizen.
"Semangat, terima kasih bantuannya. Semoga Allah mudahkan, semoga pemerintah segera bertindak dengan cepat dan serius," tulis komentar lainnya.
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, menjelaskan bantuan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting ini terkendala karena kabut asap yang tebal sampai-sampai menyulitkan pengoperasian helikopter untuk melakukan water bombing.
"Kendala karena visibility rendah jadi pemadaman lewat udara/heli WB terhambat," kata Suharyanto dikutip dari detikNews.










































