Saatnya Merindu Kampung Halaman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Pulang Kampung

Saatnya Merindu Kampung Halaman

- detikTravel
Kamis, 25 Jul 2013 07:13 WIB
Saatnya Merindu Kampung Halaman
Suasana pemudik di Stasiun Senen (Dikhy/detikTravel)
Jakarta - Ramadan dan Idul Fitri adalah momen mengingat keluarga dan kota kelahiran kita. Setelah setahun pergi jauh untuk mencari kerja, inilah saatnya merindu kampung halaman. Pulang kampung adalah aksi traveling paling massal!

"Pulang kampung, nih!" demikian ujar Presiden AS Barack Obama ketika berpidato di Indonesia. Dia bahkan menyadari bahwa kembali ke kampung halaman adalah sesuatu yang penting untuk masyarakat Indonesia. Pulang kampung adalah bentuk traveling yang sangat spesifik: destinasinya sudah pasti ke kota asal kita, alias kampung halaman.

Namun, tetap saja ini adalah sebuah festival liburan terbesar di Indonesia dalam hari raya paling ramai umat Islam Indonesia dan dunia. Travel Highlight Pulang Kampung ingin memotret sebuah fenomena, betapa dalam 2 minggu ke depan jutaan orang akan hilir mudik kian kemari ke berbagai arah tujuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil, kereta, pesawat, kapal laut, bus dan motor dipilih orang sesuai selera untuk traveling mudik ke kampung halaman. Tapi pada esensinya, pulang kampung adalah liburan juga. Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, apa lagi yang dicari kalau bukan berbagai destinasi wisata di kota asal kita.

Tak terasa, setahun meninggalkan kampung halaman, sudah banyak yang berubah dan ini yang membuat kita perlu pulang kampung. Di Tegal dan sekitar kawasan Banyumas, kini bermunculan waterpark, taman hiburan dan tempat wisata belanja yang baru dan asyik.

Demikian juga yang dirasakan di Cirebon, Kuningan dan sekitarnya. Di Bukittinggi, kini sudah ada Tembok Raksasa ala Great Wall China yang menjadi objek wisata favorit. Ayo, siapa yang belum tahu?

Ketika mudik ke Yogyakarta, pantai keren bukan lagi Parangtritis, melainkan deretan pantai perawan yang eksotis di Gunungkidul. Bahkan Bandung tidak pernah kehabisan tempat wisata baru untuk ditawarkan kepada wisatawan. Ketika pulang ke Surabaya, banyak yang penasaran Jembatan Suramadu sudah seramai apa sekarang.

Kalaupun tidak ada yang baru, pesona kota asal ketika begitu kuat dan penuh kenangan. Di Medan, nongkrong di Merdeka Walk dan seporsi es krim Tip Top pasti bikin kangen. Tapi kalau urusan suasana, menikmati pisang epe di tepi Pantai Losari, semua orang asli Makassar pasti merindunya. Apalagi, Pantai Losari terus berbenah diri.

Suasana antik khas Semarang dan Solo, terus lekat dalam benak traveler, betapa memori masa kecil mereka akan kota tersebut tak pernah luntur. Sementara sebagian traveler malah melawan arus mudik untuk berlebaran di Jakarta.

Oleh karena itu, persiapkanlah pulang kampung tahun ini sebaik mungkin. Jika mudik dengan mobil, pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima. Setelah itu, selamat menikmati liburan dan berwisata di kota kelahiran kita masing-masing!

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads