Dilansir dari News.com, Selasa (13/8/13), pramugari Ryanair diduga telah diinstruksikan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan tidak memberi uang kembalian ketika penumpang membeli dari trolley. Awak kabin telah diimbau untuk mengikuti aturan 'keep the change' dalam dokumen pelatihan.
Awak kabin diperintahkan untuk memperdaya penumpang dengan mengatakan tidak memiliki uang kembalian untuk makanan atau minuman yang dibeli penumpang. Bahkan, penumpang dianjurkan untuk membelanjakan sisa uang dengan barang yang seharga dengan uang kembalian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bos Ryanair, Michael O'Leary selama ini terkenal dengan ide anehnya untuk meningkatkan pendapatan dengan menekan pengeluaran. Juru bicara Ryanair mengatakan saran penjualan tersebut merupakan dokumen pelatihan yang digunakan oleh orang ketiga.
"Kebijakan Ryanair adalah memberi uang kembalian dengan segera kepada penumpang. Kalau tidak ada uang kembalian, awak kabin mencatat nomor bangku dan jumlah uang kembalian, dan dikembalikan sebelum akhir penerbangan," kata Jubir Ryanair.
Sedangkan, Juru bicara Retail In Motion meminta maaf atas ketidakjelasan dalam dokumen tersebut. Mereka mengatakan doumen itu telah ditarik dan telah direvisi.
Berita tersebut semakin menambah daftar kontroversi dari Ryanair. Sebelumnya mereka membuat kebijakan bagi pilotnya untuk mengurangi kecepatan pesawat demi menghemat pengeluaran bahan bakar.
(ptr/fay)










































