Inbar Chomsky (11) bersama 30 anak pengidap kankernya, berencana traveling dari Tel Aviv, Israel ke New York, AS dengan maskapai El Al. Mereka akan berlibur di Summer Camp Simcha, yang khusus untuk anak-anak sakit.
Mereka sudah melakukan tes kesehatan. Nah, ketika hendak terbang dan paspor akan dikumpulkan, paspor Inbar hilang dan tidak ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 25 menit, awak kabin menyerah. El Al tidak punya pilihan selain berkata pada Inbar bahwa dia tidak bisa ikut terbang," kata Pinsky dilansir News.com, Senin (19/8/2013).
Kordinator Program Yayasan Chaiyanu, Elad Maimom mengatakan semua orang shock. Betapa malangnya anak ini. Dia menderita kanker di usia dini, mau liburan ke AS pun gagal.
"Pegawa maskapai mencoba menghibur Inbar di Terminal. Mereka memberinya minum dan ikut menangis," kata Maimon.
Nah, ketika pesawat sudah sampai ujung landasan untuk lepas landas, paspor Inbar ditemukan di tas anak yang lain. Pesawat diam di landasan sementara pramugari menghubungi staf maskapai menanyakan posisi Inbar.
Begitu tahu Inbar dimana, pilot langsung mengambil tindakan cepat. Dia memutar balik pesawat ke terminal demi menjemput Inbar di boarding gate. Inbar pun akhirnya jadi pergi traveling ke AS dan impiannya menjadi kenyataan.
Menurut Jubir maskapai El Al, pesawat sangat jarang kembali ke boarding gate setelah siap berangkat. Namun maskapai El Al merasa perlu membantu untuk mewujudkan mimpi seorang anak penderita kanker yang ingin berwisata ke AS.
"Kami berharap Inbar bisa sembuh seutuhnya dan mendapatkan kesehatan," ujar Jubir El Al.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028