Great Wall Koto Gadang atau Janjang Koto Gadang adalah destinasi wisata terbaru di Bukittinggi. Janjang ini disebut Great Wall karena memiliki bangunan mirip dengan Great Wall yang ada di China.
Datang ke sana, traveler akan disuguhkan dengan tangga yang menghubungkan antara Bukittinggi dengan Koto Gadang. Panorama yang tersaji pun akan memukau setiap mata memandang. Ada hamparan tebing tinggi khas Ngarai Sianok di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa yang malah menyarankan untuk diterapkan uang masuk saja. Alasannya karena janjang yang harus ditempuh cukup curam.
"Sebaiknya boleh pakai retribusi, tapi jadi pakai asuransi karena penting. Ini (janjang menanjak curam-red) rawan kecelakaan," ujar salah seorang wisatawan, Helma kepada detikTravel.
Selain itu, lanjut Helma, Janjang Koto Gadang juga rawan kecelakaan untuk anak kecil. Para anak kecil bisa saja berlari dan tiba-tiba terjatuh.
"Kalau ada anak kecil yang jatuh tidak kuat, atau orang tua yang kenapa-kenapa jadi ada asuransinya," lanjut Helma.
Lain Helma, lain Manda. Traveler asal Jakarta ini mengatakan uang retribusi boleh asal kebersihan Janjang Koto Gadang bisa terjadi.
"Banyak coretan ya. Boleh sih retribusi tapi temboknya, jalannya dirawat," terangnya.
Saran lain datang dari Sari. Traveler yang datang dari Riau ini mengatakan pohon-pohon di sekitar Janjang Koto Gadang sebaiknya dirawat.
"Pohon-pohon ditebang karena bisa membahayakan. Kalau menghindari pohon bisa jatuh ke lubang," jelasnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong