Baru Dibuka, Great Wall Sumbar Sudah Dikritik Turis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Baru Dibuka, Great Wall Sumbar Sudah Dikritik Turis

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Selasa, 20 Agu 2013 08:52 WIB
Baru Dibuka, Great Wall Sumbar Sudah Dikritik Turis
Janjang Koto Gadang diresmikan pada bulan Januari 2013 oleh Menkominfo Tifatul Sembiring (Putri/detikTravel)
Bukittinggi - Sebagai destinasi wisata baru di Sumbar, Janjang Koto Gadang tidak memberikan biaya masuk untuk turis yang datang. Namun beberapa turis mengkritik soal ketiadaan asuransi keselamatan dan faktor kebersihan.

Great Wall Koto Gadang atau Janjang Koto Gadang adalah destinasi wisata terbaru di Bukittinggi. Janjang ini disebut Great Wall karena memiliki bangunan mirip dengan Great Wall yang ada di China.

Datang ke sana, traveler akan disuguhkan dengan tangga yang menghubungkan antara Bukittinggi dengan Koto Gadang. Panorama yang tersaji pun akan memukau setiap mata memandang. Ada hamparan tebing tinggi khas Ngarai Sianok di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang lebih asyik lagi, untuk bisa masuk ke tempat wisata ini, turis tidak perlu membayar tiket alias gratis. Tapi ternyata tidak semua orang senang dengan hal ini.

Ada beberapa yang malah menyarankan untuk diterapkan uang masuk saja. Alasannya karena janjang yang harus ditempuh cukup curam.

"Sebaiknya boleh pakai retribusi, tapi jadi pakai asuransi karena penting. Ini (janjang menanjak curam-red) rawan kecelakaan," ujar salah seorang wisatawan, Helma kepada detikTravel.

Selain itu, lanjut Helma, Janjang Koto Gadang juga rawan kecelakaan untuk anak kecil. Para anak kecil bisa saja berlari dan tiba-tiba terjatuh.

"Kalau ada anak kecil yang jatuh tidak kuat, atau orang tua yang kenapa-kenapa jadi ada asuransinya," lanjut Helma.

Lain Helma, lain Manda. Traveler asal Jakarta ini mengatakan uang retribusi boleh asal kebersihan Janjang Koto Gadang bisa terjadi.

"Banyak coretan ya. Boleh sih retribusi tapi temboknya, jalannya dirawat," terangnya.

Saran lain datang dari Sari. Traveler yang datang dari Riau ini mengatakan pohon-pohon di sekitar Janjang Koto Gadang sebaiknya dirawat.

"Pohon-pohon ditebang karena bisa membahayakan. Kalau menghindari pohon bisa jatuh ke lubang," jelasnya.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads