Ketika Museum 'Pindah' ke Mal
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Museum

Ketika Museum 'Pindah' ke Mal

- detikTravel
Kamis, 29 Agu 2013 07:45 WIB
Ketika Museum Pindah ke Mal
The Museum Week hadir di Atrium Senayan City (Putri/detikTravel)
Jakarta - Kesan gelap, seram, dan membosankan tampaknya tak bisa lepas dari museum. Untuk menghilangkan kesan tersebut, sejumlah museum di Jakarta dipindah ke mal dalam bentuk pameran. Yuk, ke sana!

Adalah The Museum Week, nama acara yang menggabungkan 13 museum yang ada di Jakarta. Acara ini diselenggarakan mulai 27 Agustus 2013-1 September 2013.

"Kami dalam hal ini melihat bahwa museum pada umumnya bukan sebagai sesuatu yang menarik. Anak muda lebih cenderung ke mal daripada museum. Kita melihat wadah untuk memperkenalkan museum," tutur Pihak Penyelenggara The Museum Week, Christy Orah kepada detikTravel, di Senayan City, Selasa (27/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat ini sudah ada banyak komunitas anak muda yang mulai sadar melihat budaya lewat museum. Dalam menggelar The Museum Week, mereka bekerja sama dengan komunitas pecinta museum dan didukung Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Beberapa stand museum yang ada di sana antara lain Museum Wayang, Museum Fatahillah, Museum Bahari, dan Museum Husni Thamrin. Masuklah ke dalam stand satu per satu dan kenal museum lebih dekat.

Jika bingung dan butuh informasi lebih jelas, seorang pemandu akan memberi keterangan kepada Anda. Tak hanya itu, agar pemahaman Anda lebih dalam perihal museum tersebut, beragam brosur juga telah disiapkan dan bisa diambil.

"Hanya sebagian kecil koleksi museum di sini. Siapa tahu dengan lihat yang ada di sini, mereka (pengunjung-red) mau datang langsung ke sana (museum-red)," lanjut Christy.

Salah satu stand yang menarik bagi saya adalah stand Museum Asmat (TMII). Stand ini menampilkan beragam kebudayaan khas Suku Asmat. Aneka kerajinan tangan khas suku di Papua juga ditampilkan. Bahkan, di bagian depan stand terdapat dua orang Suku Asmat yang sedang mempraktikkan pembuatan ukiran khasnya. Keren!

Selain museum yang berada di bawah Dinas Pariwisata Pemprov DKI Jakarta, museum swasta juga meramaikan The Museum Week ini. Salah satunya adalah Museum Harry Darsono.

"Museum Harry Darsono adalah hasil karya saya," tutur Harry dalam pembukaan The Museum Week.

Tertarik datang? The Museum Week hadir di Atrium Senayan City. Anda bisa menyambanginya secara gratis. Yuk ramai-ramai ke museum!


(ptr/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads