Pemerintah Masih Dianggap Setengah Hati Dukung Pariwisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pemerintah Masih Dianggap Setengah Hati Dukung Pariwisata

Fetry Wuryasti - detikTravel
Senin, 09 Sep 2013 17:20 WIB
Pemerintah Masih Dianggap Setengah Hati Dukung Pariwisata
Pantai Kuta, Bali (Afif/ detikTravel)
Jakarta - Industri pariwisata harus sepenuhnya melayani wisatawan. Namun pemerintah dinilai masih setengah hati membangun pariwisata, dilihat dari tumpang tindihnya kerja instansi terkait.

Ketua Hubungan Luar Negeri Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jon A Masli mengatakan antara instansi terkait mengenai pariwisata harus saling bekerja sama. Misalnya saja Kementerian PU dan Kemenparekraf.

"Jangan sampai destinasinya ada, namun aksesibilitas tidak memadai. Sudah pun kalau ada, rusak-rusak jalannya, Pemda tidak peduli, padahal di sektor pariwisata itu jutaan orang bergantung bekerja," kata Jon kepada detikTravel, usai Silaturahmi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Hotel Millenium, Jl Fakhrudin, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantangan terbesar menurut Jon adalah memaksimalkan pembangunan pariwisata, seperti negara lain, contohnya Malaysia dan Singapura. Indonesia sebagai negara kepulauan harus punya penerbangan perintis yang didukung pemerintah agar pemain pariwisata bisa terbantu mengembangkan destinasi.

"Namun yang terlihat dukungan pemerintah hanya setengah, antar instansi terkait malah saling melempar tanggung jawab dan saling menunggu siapa yang bergerak terlebih dahulu. Sementara wisatawan yang terus-menerus datang kemudian mengeluh, dan akhirnya tidak datang lagi," ujar Jon.

Pembangunan industri pariwisata menurut Jon juga merupakan PR besar pemerintah untuk berkomitmen mendorong industri pariwisata dengan maksimal. Salah satu caranya dengan dukungan perbaikan aksesibilitas, dan memudahkan berbagai perizinan.

"Siapa yang mau investasi di sarana motor boat kalau tidak jelas dukungan sarananya? Pelabuhannya saja tidak ada," ujar Jon.

Masalah kurangnya dukungan pemerintah diakui Jon cukup merugikan beberapa penyedia fasilitas hotel di daerah-daerah terpencil. Wisatawan kesulitan menjangkau mereka.

"Misalnya di pulau-pulau di Kalimantan sangat gelisah melihat kurangnya dukungan pemerintah. Mereka berkeluh tidak ada lagi kapal bila malam hari bagi wisatawan. Sehingga masalah ini merugikan beberapa pemilik hotel. Banyak turis yang memilih untuk berwisata pulang pergi daripada menginap di hotel," ujar Jon.

Menurut Jon, daerah di Indonesia yang perlu didukung sektor pariwisatanya antara lain daerah-daerah Indonesia Timur, seperti NTB dan NTT. Hal ini karena kepulauan di daerah sana memiliki potensi pariwisata yang luar biasa cantik.

Namun sayangnya, sarana dan prasarananya yang sulit, seperti kesulitan kapal cepat dan pelabuhannya dan penginapan yang kurang memadai. Dia berharap pemerintah memberi perhatian akan masalah ini.

"Kalau saja pemerintah membuat pelabuhan dan mempermudah perizinan, tentu banyak pihak swasta yang mau berinvestasi untuk bidang pariwisata," tutupnya.

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads