Turis China Paling Besar, Indonesia Jemput Bola

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis China Paling Besar, Indonesia Jemput Bola

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Selasa, 17 Sep 2013 17:31 WIB
Turis China Paling Besar, Indonesia Jemput Bola
Menparekraf kunker ke China (dok. Puskompublik Kemenparekraf)
Beijing - United Nations World Tourism Organizations (UNWTO) melaporkan pada tahun 2012, China menempati peringkat pertama sebagai sumber pasar wisata. Melihat peluang tersebut, Menparekraf melakukan kunker ke China.

Dalam rilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada detikTravel, Selasa (17/9/2013), kunker ke Beijing dilakukan Menparekraf, Mari Elka Pangestu pada 16-17 September 2013. Pada kunjungannya kali ini, Menparekraf yang didampingi pejabat KBRI Beijing dan pejabat Kemenparekraf lainnya, diterima oleh Ketua China National Tourism Administration (CNTA) Shao Qiwei, dan Wakilnya Du Jiang, membahas Memorandum of Understanding (MoU) bidang kerja sama pariwisata kedua negara.

MoU yang sebelumnya sudah pernah ditandatangani sejak tahun 2000, dinilai perlu diperbaharui sesui dengan perkembangan kedua negara. Seperti diketahui bahwa UNWTO melaporkan pada tahun 2012, China telah mencatat rekor baru dalam sejarah pariwisata dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara ini menempati peringkat pertama sebagai sumber pasar wisata dalam hal pengeluaran yang mencapai USD 102 juta (Rp 1,1 triliun), atau meningkat 40% dari tahun 2011 yang hanya mencapai USD 73 juta (Rp 830 juta). Dalam hal ini, volume wisatawan RRT yang bepergian ke luar negeri meningkat pesat dari hanya 10 juta pada tahun 2000 menjadi 83 juta pada tahun 2012.

"Indonesia harus memiliki strategi yang tepat dan bergerak cepat untuk membidik pasar wisatawan dari China," ujar Menparekraf.

Sebelumnya di tahun 2012, jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Indonesia mencapai 726.088 orang. Jumlah tersebut masih di bawah wisatawan China yang datang ke Malaysia yakni sebanyak 1,56 juta wisatawan dan ke Thailand sebanyak 2,7 juta wisatawan.

Untuk itulah pembaruan MoU dilakukan, diiringi dengan pengaturan kerja sama di bidang pariwisata, termasuk promosi bersama. Tak hanya itu, peningkatan fasilitas perjalanan, peningkatan kapasitas dan investasi pariwisata di kedua negara juga dilakukan.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads