"Air itu banyak kegunaannya di pariwisaya, seperti danau, sungai atau laut. Bahkan air panas pun bisa mendatangkan turis," ujar Wamenparekraf Sapta Nirwandar dalam acara jumpa pers Seminar Nasional Pariwisata Melestarikan Air di Lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (17/9/2013).
Venice menjadi negara incaran turis karena ada sungainya yang punya kesan romantis. Di Indonesia, ada Sungai Bono sebagai tempat surfing yang unik dan menantang. Soal kehidupan bahari, Raja Ampat adalah rajanya air laut yang bersih dan jernih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Seminar Nasional Pariwisata Melestarikan Air pada 24 September 2013 mendatang di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona . Seminar ini dalam rangka menyambut World Tourism Day yang tiap tanggal 27 September dan kali ini bertema Tourism and Water: Protecting Our Common Future.
Prof Azril Azahari akan menjadi pembicara pada seminar tersebut. Tak hanya soal pengaruh air bagi pariwisata, tapi soal konservasi air dari pariwisata itu sendiri.
"Kini sudah ada Eco Base Tourism. Pariwisata juga harus peduli dengan air," tutur Prof Azril Azahari.
Azril menerangkan, wilayah Indonesia hampir 2/3 adalah air. Untuk itu, bagaimana caranya Indonesia bisa memanfaatkannya sebagai atraksi wisata sekaligus menjaga kelangsungan air itu sendiri.
Air memang menjadi peranan penting bagi dunia pariwisata. Seminar ini diharapkan dapat membuka wawasan para wisatawan lebih luas. Mereka bisa memanfaatkan air sekaligus menjaganya.
"Lihat negara-negara maju di Eropa yang sudah bisa memanfaatkan air dengan benar. Jadi atraksi wisata sekaligus sumber kehidupan," tutup Sapta.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok