Di Tordesillas, Spanyol baru-baru ini digelar festival budaya Toro dela Vega. Ini adalah ajang adu berani dimana orang-orang dikejar banteng melintasi kota sampai menyeberangi jembatan ke padang rumput. Di padang rumput itu si banteng akan diserang beramai-ramai.
Dalam event itu, 12 orang cedera termasuk 2 orang patah tulang dan satu orang tertusuk tanduk banteng. Orang yang tertusuk tanduk banteng itu adalah Pedro Armestre (41) yang doyan fotografi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fotonya dengan gambar banteng yang sudah dekat, itulah foto sebelum dia ditanduk di paha kanan. Brukk!
Dilansir dari News.com, Rabu (18/9/2013), Armestre dilarikan ke rumah sakit di Valladolid untuk dioperasi. Palang Merah mengatakan kondisi Armestre serius tapi tidak mengancam nyawanya.
Acara budaya ini selalu diprotes organisasi Party Against Bullfighting and Animal Cruelty (PACMA). Menurut mereka, Toro de la Vega bukan sebuah festival wisata, melainkan bentuk kekejaman terhadap hewan. "Torture is not culture", "Stop Toro de la Vega", demikian spanduk unjuk rasa mereka.
Namun, Walikota Tordesillas Jose Antonio Gonzales memandangnya sebelah mata. Menurut dia protes itu lumrah, tapi tidak akan membuatnya menghentikan Toro de la Vega.
"Selalu ada orang yang suka dan tidak suka terhadap suatu hal, tidak cuma adu banteng," kata Gonzales.
(ptr/ptr)










































