Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Okt 2013 16:48 WIB

TRAVEL NEWS

China Bikin Monumen Vas Buah Rp 1 M di Beijing, Warga Protes

Afif Farhan
Redaksi Travel
Monumen vas buah di Lapangan Tiananmen (South China Morning Post)
Monumen vas buah di Lapangan Tiananmen (South China Morning Post)
Beijing - Dari sekian banyak ide membuat monumen, pemerintah China malah membangun monumen vas buah senilai Rp 1 miliar untuk menyambut Hari Nasional China. Menarik wisatawan pun belum, monumen ini kadung diprotes warga Beijing.

Pemerintah China membangun suatu monumen vas buah di Lapangan Tiananmen, Beijing. Hal itu dimaksudkan untuk memperingati Hari Nasional China dan ditujukan jadi daya tarik turis. Tapi, warga justru protes karena pemerintah dianggap menyalahgunakan uang pajak.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (1/10/2013) vas buah tersebut berwarna merah dengan tinggi 13 meter dan diameter mencapai 11 meter. Di vasnya terdapat buah anggur, bawang, hingga bunga.

Pemerintah membangun vas buah tersebut dengan alasan untuk memperingati Hari Nasional China yang jatuh tanggal 1 Oktober. Vas buahnya pun nantinya diyakini dapat menjadi daya tarik turis. Tapi rupanya, masyarakat Beijing telah melakukan aksi protes sejak Minggu (29/9) lalu.

Sebabnya, masyarakat menganggap pemerintah telah melakukan pemborosan demi membangun vas buah. Biaya pembangunannya ditaksir sekitar 570.000 Yuan atau sekitar Rp 1 miliar. Biaya tersebut pun diyakini dari uang pajak.

"570.000 Yuan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik," ujar salah satu warga Beijing dalam akun Sina Weibo atau Twitter-nya China.

Warga Beijing menilai tindakan pemerintah memang cukup berlebihan. Tak hanya membuat vas buah raksasa, pemerintah juga menaruh sekitar 800.000 pot bungan di sekitar Lapangan Tiananmen.

Lapangan Tiananmen memang menjadi destinasi wisata sekaligus tempat bersejarah. Di sinilah Mao Zedong mengumumkan berdirinya Republik Rakyat China (RRC). Aksi protes pun masih berlangsung oleh warga Beijing. Mereka hanya berharap agar pemerintah lebih bijak menggunakan uang pajak.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED