AS menutup pemerintahannya lantaran anggaran yang diajukan pemerintahan Presiden Barack Obama tak disetujui DPR AS, utamanya dari Partai Republik. Beberapa layanan publik pun ditutup, termasuk objek-objek wisata mulai dari Selasa (1/10) kemarin. Turis pun sangat kecewa.
"Saya sangat senang karena punya tiket untuk mengunjungi Patung Liberty dan sekarang semuanya menjadi tidak mungkin. Tidak mungkin pergi ke sana (AS) sampai November nanti. Ini gara-gara politik yang buruk," ujar turis asal Jerman, Stefan Neuhaus seperti dilansir The Sydney Morning Herald, Kamis (3/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Patung Liberty misalnya, ada pengumuman yang berbunyi 'Pemerintah telah menutup sementara Patung Liberty dan Pulau Ellis. Silakan bergabung dengan tur wisata kami selama satu jam dan melihat pemandangan megah dari pelabuhan New York'. Namun, hal tersebut tak digubris turis.
"Saya sudah beli tiket dan terlanjur datang, tapi Patung Liberty malah tutup. Saya tak tertarik dengan tur lainnya dan mau uang saya kembali," ungkap seorang turis lainnya, Shriram Parameshwaran.
Lebih dari itu, beberapa orang pun melakukan aksi demo di beberapa objek wisata. Ada seorang yang membawa kertas besar bertuliskan, 'Do Your Job So I Can Do Mine' di depan Capitol Hill.
Ada lagi yang lebih miris. Michael Mueller dan istrinya Bea adalah pensiunan dari Arizona. Mereka telah merencanakan liburan ke New York selama 6 bulan. Tapi apa daya, mereka hanya bisa kecewa karena objek-objek wisata di New York ditutup.
"Saya benar-benar tidak suka dengan pemerintah dan kongres di Washington. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa atas semua ini," tutur Michael Mueller.
Bagi Anda yang mau liburan ke AS, sebaiknya pikir-pikir lagi. Penutupan objek wisata tersebut memang hanya sementara, tapi batas waktunya belum ditentukan.
(aff/aff)










































