Ayo Selamatkan Kerajaan Majapahit di Trowulan!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ayo Selamatkan Kerajaan Majapahit di Trowulan!

Prins David Saut - detikTravel
Jumat, 11 Okt 2013 07:28 WIB
Ayo Selamatkan Kerajaan Majapahit di Trowulan!
Salah satu situs di Trowulan (Nurul Amin/dTraveler)
Trowulan - Trowulan, sebuah kota kecil di Mojokerto, Jawa Timur menyimpan sisa-sisa Kerajaan Majapahit. Sekitar abad ke-17, kerajaan ini sangat tersohor kejayaannya. Namun sayang, kini kondisi Trowulan mengkhawatirkan akibat kerusakan dan perusakan. Miris!

Salah satu sejarah kebesaran bangsa Indonesia adalah Kerajaan Majapahit di abad ke 17. Kerajaan ini terkenal dengan Patih Gajah Mada yang bersumpah menyatukan Nusantara dalam Sumpah Palapa.

Traveler bisa melihat sisa-sisa Kerajaan Majapahit tersebut di Trowulan. Berdasarkan catatan Kakawin Nagarakertagama karya Prapanca dan The History of Java karya Thomas Stamford Raffles, Trowulan adalah ibu kota Kerajaan Majapahit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trowulan menyimpan istana kerajaan Majapahit yang berbalut emas dengan gerbang utamanya Gapura Wringin Lawang. Di dalamnya juga terdapat kompleks yang terdiri dari puluhan rumah-rumah para pekerja istana.

Tapi jangan harap bisa menemukan istana dan kompleksnya itu saat ini. Hal ini dikarenakan kondisi situ Trowulan saat ini mengkhawatirkan akibat kerusakan dan perusakan. Duh!

"Mungkin akan lebih banyak lagi kerusakan dan perusakan, sehingga kita mengumpulkan semua peneliti yang pernah lakukan penelitian di Trowulan. Kita kompilasi hasil temuan menjadi buku tentang apa sebenarnya yang ada di Trowulan," kata Wakil Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Catrini P Kubontubuh saat dihubungi detikcom, Kamis (10/10/2013).

Kerusakan yang terjadi seperti salah satu struktur rumah penduduk Majapahit yang ditemukan hanyalah pundakan dan susunan batu yang dulunya adalah tembok. Kini tak satu pun struktur rumah yang ditemukan berwujud rumah.

Belum lagi arca-arca yang ditemukan sebagian besar dalam kondisi terpecah atau tidak utuh. Kalau pun ada yang utuh, arca tersebut akan dibuat replikanya dan ditukar oleh oknum tak bertanggungjawab.

Padahal menurut sejarah, luas wilayah ibu kota Majapahit ini mencapai 112 kilometer persegi. Luas ini mencangkup Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Jombang. Ada 66 desa berdiri di atas kompleks kerajaan ini.

Secara kasat mata, lokasi situs Trowulan hanyalah hamparan sawah yang dikelilingi pabrik-pabrik. Ditambah dengan proyek pabrik baja yang dibangun 500 meter dari titik lokasi situs bisa mengancam struktur bangunan situs lainnya yang masih terpendam di dalam tanah.

Atas kondisi ini, BPPI dan sejumlah organisasi pelestarian pusaka lainnya mulai mengajak masyarakat Trowulan yang rata-rata berprofesi sebagai perajin bata dan petani untuk turut berpartisipasi menyelamatkan situs Trowulan. Hal ini tidak mudah, karena sebagian masyarakat Trowulan belum sadar pentingnya melestarikan sejarah.

"Ada satu orang perajin bata yang menemukan struktur bangunan saat menggali material bata. Ia lalu melapor tapi lama ditanggapi baru ada penelitian. Selesai, peneliti pergi tapi si pemilik rumah tidak diberitahu harus diapakan itu. Untuk menyelamatkan struktur itu, penghuni rumah membuat bata tidak lagi mengambil material dari belakang rumahnya untuk menyelamatkan situs itu," ujar Catrini menceritakan salah satu warga Trowulan yang peduli.

Sementara, pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja yang sedang didirikan itu tak seperti warga Trowulan dalam cerita Catrini. Pabrik itu telah memasang sejumlah pasak ke dalam tanah, sehingga saksi bisu kejayaan bangsa Indonesia yang memiliki luas wilayah melebihi Hindia Belanda itu semakin terancam.

"Kondisi saat ini situs kota pusaka itu membuat kita tidak percaya cerita kebesaran kerajaan Majapahit dari sumber Jawa Kuno, Cina, dan Eropa. Nyaris tak berbekas, perusakan dan kerusakan terus terjadi sampai hari ini," ujar Catrini.

Kondisi situs Trowulan mendapatkan perhatian dunia internasional melalui dikeluarkannya status World Endangered Site atau situs pusaka yang terancam kehancurannya dari World Monuments Fund. Status ini diharapkan membuka mata bangsa Indonesia sekarang ini untuk tidak meninggalkan sejarah.

"Dengan demikian kita mendapatkan perhatian internasional dalam bentuk advokasi pelestarian pusaka. Tuntutan kita tolak pabrik baja dan tetapkan status cagar budaya untuk Trowulan," ujar Catrini.

Untuk mencapai perjuangannya, BPPI mengharapkan seluruh penduduk Indonesia bahu membahu menyelamatkan situs tersebut. Caranya pun mudah, hanya dengan memberikan tanda tangan melalui petisi yang bisa diakses di change.org dengan kata kunci 'savetrowulan'.

"Kerajaan ini jadi role model bangsa kita, Majapahit menjadi kerajaan terbesar di nusantara. Tapi ketika ditanya orang luar, mana buktinya? Mana bangunannya? Kita mau jawab apa?" kata Direktur Eksekutif BPPI Adrian Perkasa terpisah.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads