7 Ciri Turis yang Dibenci Warga Lokal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

7 Ciri Turis yang Dibenci Warga Lokal

Faela Shafa - detikTravel
Kamis, 24 Okt 2013 09:10 WIB
7 Ciri Turis yang Dibenci Warga Lokal
(Huffington Post)
Bali - Tidak semua turis memiliki tingkah dan sifat yang menyenangkan. Ada beberapa jenis turis yang membuat para penduduk dan mungkin juga turis lain terganggu. Inilah 7 cirinya, apakah Anda salah satunya?

Jika saat liburan dan kebetulan melihat beberapa orang menatap dengan pandangan terganggu, kemungkinan Anda sedang bertingkah menyebalkan. Dari Huffington Post, Kamis (24/10/2013), berikut 7 ciri turis yang dibenci warga lokal:

1. Turis yang memakai baju I Love ...

(Huffington Post)
Baju I Love New York, Bali, dan sejenisnya memang dijual di mana-mana dan murah. Plus, Anda pun jadi merasa turis yang sesungguhnya dengan memakai baju itu.

Tapi sayangnya, banyak orang yang sebal dengan turis yang mengenakan baju ini. Karena kebetulan, kebanyakan turis yang memakai baju sejenis biasanya menyebalkan, atau mengesalkan.

2. Turis yang berkelompok dengan pemandu

(Huffington Post)
Kebanyakan orang tua dan paruh umur memilih liburan dengan menggunakan paket, lengkap dengan pemandu. Pakaian yang seragam, tingkah mereka yang kebanyakan linglung dan pemandu yang biasanya banyak bicara membuat orang sekitar sebal.

Apalagi jika kelompok cukup besar sehingga sang pemandu harus menggunakan toa. Sungguh, itulah gangguan yang sebenarnya. Bukan cuma warga lokal yang sebal, turis lainpun merasakan hal yang sama.

3. Turis yang berhenti tiba-tiba

(Huffington Post)
Mereka benci turis yang berhenti tiba-tiba di tengah jalan dan memandangi bangunan di sekitarnya. Mereka benci dengan turis yang berhenti tiba-tiba dan membuka peta di tengah jalan. Mereka benci turis yang berhenti tiba-tiba di depan eskalator.

4. Turis mabuk

(Huffington Post)
Siapapun jadi lebih menyebalkan saat mabuk. Terlebih turis mabuk yang semena-mena di jalan. Muntah di sembarang tempat, menabrak pejalan kaki, atau malah mengajak orang lain berkelahi di bar.

Tingkah ini bukan saja membuat Anda dibenci, tapi juga bisa membahayakan diri sendiri. Saat ada yang sudah terlalu kesal dengan Anda, jangan heran jika tiba-tiba ada pukulan melayang ke wajah atau perut. Bagi para wanita, terlalu mabuk dan tidak ada teman bisa membuat Anda dilecehkan.

5. Turis yang tak mau mengantre

(Huffington Post)
Ada beberapa orang yang tidak sabar mengantre, ada pula yang pura-pura tidak tahu aturan. Mungkin mereka berpikir akan dimaafkan karena mereka adalah turis.

Tunggu sampai ada orang yang menegur atau malah mendamprat Anda karena tidak mau mengantre. Budayakan antre di manapun berada dan jadilah turis beradab.

6. Turis yang bertingkah seperti baru pertama kali traveling

(Huffington Post)
Baju safari, celana pendek, tas pinggang dan wajah menghitam jadi identitas baru sebagai turis. Tidak ada yang peduli dengan liburan Anda. Bagi para warga lokal, Anda adalah orang kesekian yang bertingkah seperti itu. Sedangkan sesama turis tidak akan memerdulikan Anda.

Hindari bertingkah terlalu seperti turis baru dan usahakan membaur. Bukan hanya membaur ke sesama turis, tapi juga ke masyarakat setempat.

7. Selalu memegang gadget

(Huffington Post)
Tablet, note dan smartphone seakan lebih penting dibanding nyawa. Ada sebagian traveler yang tak bisa lepas dari gadget. Mulai dari keluar hotel hingga kembali ke hotel, tangan selalu sibuk dengan gadget. Baik untuk memotret ataupun mengupdate media sosial.

Liburan adalah untuk melepaskan kepenatan. Melihat turis yang tak lepas dari gadget sungguh mengesalkan dan jangan heran jika Anda dipandang sinis oleh orang lain.
Halaman 2 dari 8
Baju I Love New York, Bali, dan sejenisnya memang dijual di mana-mana dan murah. Plus, Anda pun jadi merasa turis yang sesungguhnya dengan memakai baju itu.

Tapi sayangnya, banyak orang yang sebal dengan turis yang mengenakan baju ini. Karena kebetulan, kebanyakan turis yang memakai baju sejenis biasanya menyebalkan, atau mengesalkan.

Kebanyakan orang tua dan paruh umur memilih liburan dengan menggunakan paket, lengkap dengan pemandu. Pakaian yang seragam, tingkah mereka yang kebanyakan linglung dan pemandu yang biasanya banyak bicara membuat orang sekitar sebal.

Apalagi jika kelompok cukup besar sehingga sang pemandu harus menggunakan toa. Sungguh, itulah gangguan yang sebenarnya. Bukan cuma warga lokal yang sebal, turis lainpun merasakan hal yang sama.

Mereka benci turis yang berhenti tiba-tiba di tengah jalan dan memandangi bangunan di sekitarnya. Mereka benci dengan turis yang berhenti tiba-tiba dan membuka peta di tengah jalan. Mereka benci turis yang berhenti tiba-tiba di depan eskalator.

Siapapun jadi lebih menyebalkan saat mabuk. Terlebih turis mabuk yang semena-mena di jalan. Muntah di sembarang tempat, menabrak pejalan kaki, atau malah mengajak orang lain berkelahi di bar.

Tingkah ini bukan saja membuat Anda dibenci, tapi juga bisa membahayakan diri sendiri. Saat ada yang sudah terlalu kesal dengan Anda, jangan heran jika tiba-tiba ada pukulan melayang ke wajah atau perut. Bagi para wanita, terlalu mabuk dan tidak ada teman bisa membuat Anda dilecehkan.

Ada beberapa orang yang tidak sabar mengantre, ada pula yang pura-pura tidak tahu aturan. Mungkin mereka berpikir akan dimaafkan karena mereka adalah turis.

Tunggu sampai ada orang yang menegur atau malah mendamprat Anda karena tidak mau mengantre. Budayakan antre di manapun berada dan jadilah turis beradab.

Baju safari, celana pendek, tas pinggang dan wajah menghitam jadi identitas baru sebagai turis. Tidak ada yang peduli dengan liburan Anda. Bagi para warga lokal, Anda adalah orang kesekian yang bertingkah seperti itu. Sedangkan sesama turis tidak akan memerdulikan Anda.

Hindari bertingkah terlalu seperti turis baru dan usahakan membaur. Bukan hanya membaur ke sesama turis, tapi juga ke masyarakat setempat.

Tablet, note dan smartphone seakan lebih penting dibanding nyawa. Ada sebagian traveler yang tak bisa lepas dari gadget. Mulai dari keluar hotel hingga kembali ke hotel, tangan selalu sibuk dengan gadget. Baik untuk memotret ataupun mengupdate media sosial.

Liburan adalah untuk melepaskan kepenatan. Melihat turis yang tak lepas dari gadget sungguh mengesalkan dan jangan heran jika Anda dipandang sinis oleh orang lain.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads