7 Risiko Jika Gadget Dipakai Sepanjang Penerbangan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

7 Risiko Jika Gadget Dipakai Sepanjang Penerbangan

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Jumat, 01 Nov 2013 09:50 WIB
7 Risiko Jika Gadget Dipakai Sepanjang Penerbangan
Ilustrasi (news.com.au)
Jakarta - Otoritas penerbangan AS (FAA) akan lebih membebaskan penggunaan gadget dengan airplane mode, termasuk saat pesawat lepas landas dan mendarat. Kritik pun datang, karena kebijakan ini berisiko lengahnya penumpang.

Jika sebelumnya penumpang hanya bisa main gadget dengan airplane mode, ketika pesawat mencapai 10.000 kaki (3.048 meter), aturan baru akan membolehkan penumpang main gadget dari sebelum naik sampai turun pesawat. News.com, Jumat (1/11/2013) menyusun 7 risiko jika kebijakan FAA ini diterapkan:

1. Kebingungan di pesawat

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maskapai Delta Airline akan langsung menerapkan kebijakan FAA pada pesawat besar. Namun untuk pesawat kecil, akan menunggu sampai akhir tahun. Nah, masalahnya bagaimana jika ada traveler yang melakukan penerbangan lanjutan dari pesawat besar ke pesawat kecil?

2. Video keselamatan harus diupdate

Kalau kebijakan ini diterapkan, video keselamatan di pesawat pun harus diganti. Karena di situ dijelaskan barang elektronik harus selalu dimatikan. Masalahnya, butuh waktu lama untuk mengupdate video keselamatan.

3. Cuek terhadap demo keselamatan

Ini risiko yang harus dipikirkan benar-benar. Kalau penumpang boleh maen gadget sejak naik pesawat, bisa-bisa mereka cuek terhadap demo keselamatan penerbangan dari pramugari. Bukannya memperhatikan cara pakai pelampung, mereka jangan-jangan malah asyik main Angry Birds.

4. Ukuran gadget bisa jadi masalah

Kebijakan FAA diprediksi akan mendorong lebih banyak traveler membawa gadget ke pesawat. Masalahnya bagaimana kalau ukuran gadget yang dibawa cukup besar misalnya laptop. Jika terjadi kecelakaan pesawat, gadget besar akan sangat berbahaya kalau sampai terlempar mengenai penumpang lain.

5. Masalah saat lepas landas dan mendarat

FAA tetap meminta gadget tidak dipegang selama pesawat lepas landas dan mendarat, dan ditaruh di kantung kursi. Kebijakan ini menuntut disiplin pribadi dari para penumpangnya. Jangan mentang-mentang sudah dibolehkan oleh FAA, mereka nekat foto narsis dengan tablet saat pesawat lepas landas.

6. Masalah airplane mode

FAA menegaskan aturan baru mereka tetap mementingkan setelan airplane mode, artinya penumpang tidak bisa transfer data. Tapi lagi-lagi, hal ini butuh disiplin pribadi para penumpang.

7. Umur baterai

Yang ini risiko pribadi para penumpang. Makin sering dipakai, baterai gadget Anda akan cepat habis. Bisa-bisa, saat sampai destinasi tujuan, gadget Anda kehabisan tenaga untuk foto-foto atau update status. Ketergantungan terhadap power bank pun semakin tinggi.

Apakah Anda setuju pembebasan penggunaan alat elektronik di pesawat? Utarakan pendapat Anda ke redaksi@detik.travel

(fay/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads