Jika sebelumnya penumpang hanya bisa main gadget dengan airplane mode, ketika pesawat mencapai 10.000 kaki (3.048 meter), aturan baru akan membolehkan penumpang main gadget dari sebelum naik sampai turun pesawat. News.com, Jumat (1/11/2013) menyusun 7 risiko jika kebijakan FAA ini diterapkan:
1. Kebingungan di pesawat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Video keselamatan harus diupdate
Kalau kebijakan ini diterapkan, video keselamatan di pesawat pun harus diganti. Karena di situ dijelaskan barang elektronik harus selalu dimatikan. Masalahnya, butuh waktu lama untuk mengupdate video keselamatan.
3. Cuek terhadap demo keselamatan
Ini risiko yang harus dipikirkan benar-benar. Kalau penumpang boleh maen gadget sejak naik pesawat, bisa-bisa mereka cuek terhadap demo keselamatan penerbangan dari pramugari. Bukannya memperhatikan cara pakai pelampung, mereka jangan-jangan malah asyik main Angry Birds.
4. Ukuran gadget bisa jadi masalah
Kebijakan FAA diprediksi akan mendorong lebih banyak traveler membawa gadget ke pesawat. Masalahnya bagaimana kalau ukuran gadget yang dibawa cukup besar misalnya laptop. Jika terjadi kecelakaan pesawat, gadget besar akan sangat berbahaya kalau sampai terlempar mengenai penumpang lain.
5. Masalah saat lepas landas dan mendarat
FAA tetap meminta gadget tidak dipegang selama pesawat lepas landas dan mendarat, dan ditaruh di kantung kursi. Kebijakan ini menuntut disiplin pribadi dari para penumpangnya. Jangan mentang-mentang sudah dibolehkan oleh FAA, mereka nekat foto narsis dengan tablet saat pesawat lepas landas.
6. Masalah airplane mode
FAA menegaskan aturan baru mereka tetap mementingkan setelan airplane mode, artinya penumpang tidak bisa transfer data. Tapi lagi-lagi, hal ini butuh disiplin pribadi para penumpang.
7. Umur baterai
Yang ini risiko pribadi para penumpang. Makin sering dipakai, baterai gadget Anda akan cepat habis. Bisa-bisa, saat sampai destinasi tujuan, gadget Anda kehabisan tenaga untuk foto-foto atau update status. Ketergantungan terhadap power bank pun semakin tinggi.
Apakah Anda setuju pembebasan penggunaan alat elektronik di pesawat? Utarakan pendapat Anda ke redaksi@detik.travel
(fay/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica