"Musi sebagai referensi wisata sungai yang ada di dunia. Oleh karena itu mesti kita banggakan seperti Kerajaan Sriwijaya yang besar," ucap Wamenparekraf Sapta Nirwandar dalam jumpa pers launching Musi Triboatton 2013 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf, Jl Merdeka Barat, Jakpus, Sabtu (9/11/2013) malam.
Sapta mengatakan adanya wisata sungai sebab sungai di Indonesia sangat banyak, apalagi Palembang. Sungai itu bagian dari sebuah peradaban budaya dan jalur transportasi. Dulunya Sungai Musi sangat indah dan hijau, misalnya saja jalur Musi Rawas dan Banyuasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sapta mengatakan event ini juga untuk memperkenalkan potensi wisata alam, budaya, kuliner, budaya dan sejarah Bumi Sriwijaya. Festival Triboatton 2013 akan diikuti oleh 200-300 atlet. Sampai sekarang antrean peserta yang mau ikut banyak sekali. Tapi pihak panitia sudah menolak karena kuota Sungai Musi sudah penuh dengan peserta yang sudah terdaftar.
Festival Musi Triboatton 2013 melombakan 3 jenis olahraga air yaitu rafting, kayak dan perahu naga. Selain nanti akan ada 16 tongkang yang dimodifikasi. Tongkang adalah sejenis kapal pesiar tradisional khas Sumsel yang digunakan untuk menginap. Pembukaan festival ini rencananya akan dibuka di Musi Banyuasin.
Rute Festival Triboatton akan dibagi empat etape. Etape 1 melewati Tanjung Raya-Tebing Tinggi, etape 2 Tebing Tinggi-Muara Kelingi, etape 3 Muara Keling-Sekayu, etape 4 Sekayu Pengumbuh dan berakhir di Kota Palembang. Diperkirakan selama 4-5 hari para atlet akan melewati jalur Musi yang telah ditentukan.
Teknik penjurian festival ini tetap mengikuti aturan internasional. Mulai dari jarak hingga menentukan pemenang yang dinilai setiap etape.
Peserta yang ikut dari berbagai negara. Mereka akan mengarungi jalur sejauh 500 km. Mereka merebutkan hadiah total Rp 300 juta.
(shf/shf)










































