Anak muda usia 20-an boleh punya mimpi paling liar, traveling ke sudut-sudut Bumi yang paling terpencil. Tapi, pemuda asal Australia ini akan mewujudkan mimpinya traveling ke Mars. Dengan catatan, tidak kembali ke Bumi!
Tristan Perkins adalah mahasiswa Teknik Mesin di University of South Australia. Remaja bertato yang jago main skateboard ini menjadi salah satu sukarelawan proyek The Mars One. Dengan catatan, perjalanan ini tidak bolak-balik. Tristan akan selamanya di Planet Merah.
Mengutip News Australia, Rabu (8/1/2014), The Mars One bukanlah proyek main-main. Pada 2024 nanti, 4 astronot akan mulai dikirim ke Mars. Tiap 2 tahun berikutnya, 4 astronot akan menyusul ke planet tersebut. Diharapkan pada 2033, akan ada koloni permanen sebanyak 20 orang yang tinggal dan bekerja di Mars.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengapa Tristan mau mengikuti proyek ini, dia berkata tidak ada rencana untuk menikah atau punya anak sebelum usia 30. Jadi kalau dia benar-benar terpilih, tak akan ada keluarga yang ditinggalkan.
"Justru yang membuat hal ini memungkinkan adalah perjalanannya hanya 1 kali. Lebih mudah dan murah untuk mengirim seseorang ke Mars tanpa kembali lagi," kata Tristan.
Dibesarkan di peternakan dekat wilayah Aldinga, Tristan sudah terbiasa hidup jauh dari kota besar. Menurutnya, ini memberikan kemudahan untuk tinggal hanya bersama 4 astronot di Mars nantinya.
"Saya tumbuh besar dekat pantai, ibaratnya sudah bisa berenang sebelum berjalan. Mungkin saya akan rindu itu semua. Tapi saya masih punya satu dekade untuk traveling dan naik gunung, jadi saya akan lakukan semuanya dulu," papar Tristan.
Dari 4 astronot yang akan dikirim nanti, 2 di antaranya profesional dalam bidang pesawat luar angkasa dan peralatan koloni. Dua astronot lainnya adalah profesional dalam hal medis, dan 1 orang pakar geologi Mars. Satu astronot juga akan menjadi pakar exobiology, atau ilmu biologi kehidupan alien.
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA