Ups! Konservasi Laut Indonesia Dapat Nilai 6

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ups! Konservasi Laut Indonesia Dapat Nilai 6

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 09 Jan 2014 16:30 WIB
Ups! Konservasi Laut Indonesia Dapat Nilai 6
Kegiatan wisata membudidayakan terumbu karang di Kepulauan Seribu (Putri/detikTravel)
Jakarta - Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya banyak destinasi wisata selam dengan beragam keindahan. Namun miris, kecantikan bawah laut Indonesia belum dikelola maksimal. Konservasi laut di Indonesia hanya dapat nilai 6.

"Jika dibandingkan dengan negara maju yang sudah memiliki konservasi laut yang bagus seperti Karibia, maka nilai untuk Indonesia adalah 6," kata konsultan wisata bahari untuk Kemenparekraf, Cipto Aji Gunawan dalam acara pengumuman pemenang Indonesia World Underwater Photo Contest (IWUPC) di Moulin Rouge Hall, Grand Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2014).

Cipto tak sembarangan bicara. Kurang sadarnya perhatian masarakat terhadap kehidupan bawah laut, baik ikan atau terumbu karang, membuat kinerja konservasi laut di Indonesia kurang maksimal. Kerusakan tersebut bisa dikarenakan para nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) 10 tahun lalu, terumbu karang di Indonesia rusak hingga 70 persen," tegasnya.

Selain itu, masih banyak kasus di Indonesia yang mengerenyitkan dahi soal konservasi laut. Cipto memberi contoh soal Bunaken. Menurutnya, pada periode-periode tertentu turis mengeluh tentang laut Bunaken yang dipenuhi sampah baik plastik atau limbah rumah tangga.

"Sebenarnya sampah-sampah di Bunaken itu bukan berasal dari Bunaken. Sampah-sampah di sana berasal dari Manado. Padahal masyarakat Bunaken sudah sadar akan konservasi laut, tapi mereka bisa apa. Mereka hanya bisa membereskan sampah-sampah kiriman yang datang ke sana. Kalau mau Bunaken bebas sampah, bereskan dulu Manadonya!" ungkap Cipto.

Kegiatan diving pun dianggap menjadi salah satu penunjang kegiatan konservasi laut. Sebab, kegiatan wisata itu dapat menjadi lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan menambah penghasilan. Kalau wisata makin berkembang, konservasi laut pun juga bakal bisa dilakukan dengan maksimal.

"Tapi kini masyarakat pelan-pelan sudah sadar mengenai konservasi laut. Sudah berbeda dari 10 tahun lalu lah," tutur Cipto.

Menanggapai hal tersebut, Kemenparekraf menggalakkan pembangunan pariwisata berkelanjutan di sektor wisata selam. Artinya, kegiatan-kegiatan wisata yang ramah dan melestarikan alam bawah laut bisa langsung dilakukan oleh turis.

"Sustainable and responsible (pembangunan pariwisata berkelanjutan-red) sudah jadi bagian dari Kemenparekraf. Misalnya, kegiatan wisata menanam terumbu karang di Kepulauan Seribu. Nanti bakal kita kembangkan lagi model-model seperti itu," kata Menparekraf, Mari Elka Pengestu.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads