Bau Nyale, Cari Berkah dari Puteri Cantik Mandalika

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Festival Bau Nyale

Bau Nyale, Cari Berkah dari Puteri Cantik Mandalika

Faela Shafa - detikTravel
Kamis, 20 Feb 2014 10:15 WIB
Bau Nyale, Cari Berkah dari Puteri Cantik Mandalika
Masyarakat yang sedang mencari nyale (Shafa/detikTravel)
Lombok Tengah - Kecantikan sang puteri membuatnya harus menyerahkan diri ke laut dan merubahnya jadi nyale (cacing laut). Subuh ini, masyarakat Lombok Tengah berbondong ke lepas pantai mencari nyale yang jadi simbol keberuntungan.

Puncak Festival Puteri Mandalika atau Festival Bau Nyale berlangsung hari ini, tepatnya mulai tengah malam, Kamis (20/2/2014). Pantauan detikTravel, ribuan orang memadati lepas Pantai Seger dini hari tadi.

Mereka mencari nyale atau cacing laut yang hanya keluar pada hari ini. Menurut legenda, cacing ini merupakan bentuk jelmaan dari Putri Mandalika. Konon, seorang putri dari Kerajaan Johor di Lombok Tengah bernama Mandalika memiliki paras yang sangat cantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran, banyak putra kerajaan lain di Lombok yang ingin meminangnya. Karena tak ingin membuat antar kerajaan berperang, ia memilih menceburkan diri ke laut dan menjelma jadi nyale. Dengan tujuan ia bisa menjadi banyak dan bisa dibagi kepada seluruh orang yang menginginkannya.

Uniknya, cacing yang hanya keluar saat festival ini memiliki warna yang beragam. Beberapa warnanya antara lain merah, hijau dan cokelat. Menurut kepercayaan, cacing ini bisa mendatangkan berkah.

"Kalau ditaruh di sawah (nyale), nanti sawahnya jadi subur. Bisa membuat awet muda juga soalnya puterinya kan cantik sekali," ujar Amalia, salah seorang warga dari Mataram yang sedang sibuk mencari nyale di Pantai Seger, Lombok Tengah.

Amalia bersama ribuan orang lainnya rela berbasah-basahan untuk mencari nyale. Bahkan, banyak juga yang tidur di tepian pantai.

Serunya, tidak hanya menangkap cacing, tetapi kadang juga bisa berteriak. Sedikit saja yang berteriak, langsung disambut ramai oleh seluruh orang di pantai.

"Tidak ada aturan kapan harus teriak. Tapi teriak itu tanda sukacita, atau senang," kata Imran yang juga salah satu peserta Bau Nyale.

Menjelang subuh, para pencari nyale mulai berkurang. Karena, cacing akan menghilang saat mentari sudah menyentuh bumi.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads