Indonesia, Surga Wisata yang Miris...
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Indonesia, Surga Wisata yang Miris...

- detikTravel
Selasa, 25 Feb 2014 15:33 WIB
Indonesia, Surga Wisata yang Miris...
Pantai Kuta (Gede/detikTravel)
Jakarta - Punya lebih dari 13 ribu pulau, Indonesia diberkahi kekayaan alam yang luar biasa mulai dari bawah laut hingga puncak gunung bersalju. Tapi sayang, Indonesia justru bagaikan surga wisata yang miris. Mengapa?

"Banyak yang bilang pariwisata di Indonesia itu penting, tapi hanya omongan saja," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim dalam acara Rakernas GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) 2014 di Merlynn Park Hotel, Jl KH Hasyim Ashari No 29, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Firmansyah menuturkan pembangunan dunia pariwisata Indonesia masih dianggap sebelah mata. Meski mampu mendatangkan 8,8 juta turis dan mendapatkan devisa hingga USD 10 juta, rupanya anggaran yang diterima Kemenparekraf justru dianggap masih kecil.

"Anggaran untuk pembangunan pariwisata baik di daerah atau di pusat yang diterima Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf-red) itu lebih kecil daripada yang diterima kementerian lain. Tahun ini dari Rp 2 trilun jadi Rp 1 triliun," ungkap Firmansyah.

Firmansyah mengingatkan kalau pariwisata Indonesia bukanlah tanggung jawab Kemenparekraf saja. Beberapa aspek pariwisata justru harus dikerjakan bersama dengan kementerian lain. Jadi kalau tidak saling bekerjasama dengan baik, justru yang ada malah jomplang.

"Pariwisata bukan cuma punya kita (Kemenparekraf), seperti aksesbilitas yang ada peran Kementerian Perhubungan atau infrastruktur dasar yang jadi tanggung jawab pemda dan kementerian," papar Firmansyah.

Oleh karena itu, masalah klasik soal sulitnya penerbangan ke Indonesia Timur dan jalanan yang kurang bagus di beberapa destinasi wisata di Indonesia sulit untuk diselesaikan. Para pihak yang terkait dengan pariwisata sepertinya masih belum kompak membuka mata dan mengoptimalkan potensi wisata yang berlimpah.

"Untuk itu kita membentuk GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) yang jadi wadah pengusaha dan asosiasi usaha wisata di Indonesia. Mereka jadi mitra untuk Kemenparekraf. Karena, pengelola wisata itu kita dorong dari swasta, dari pengusaha," tandas Firmansyah.

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads