Hal ini diungkapkan Mari disela sela kunjungannya di Makam Maulan Malik Ibrahim di Desa Gapura Wetan, Kabupaten Gresik, Kamis (13/3/2014). "Wisata religi dibuat standar. Karena saat ini kita sudah bekerjasama dengan negara Malaysia untuk wisata religi kedua negara. Dan ini bagus bisa menarik wisman dari Malaysia," katanya.
Mari berpesan agar Pemkab Gresik segera melakukan pelatihan penerimaan tamu kepada masyarakat sekitar wisata religi dan menjadikan rumah sebagai homestay yang memenuhi standar. Tentu saja, hal itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Bagaimana memahami wisata syariah, itu terkait standar hotel berbintang atau home stay. Satu hal yang bisa dikembangkan karena langsung ke masyarakat," ujarnya.
Sebelum melakukan dialog dengan para pengrajin suvenir, Mari sempat berdoa didepan makam Maulana Malik Ibrahim serta berkunjung ke makam bupati pertama Gresik, Kyai Tumenggung Pusponegoro dan mendengarkan sejarahnya. Mari pun mengaku kagum.
"Ini bagus bisa dikembangkan dan dijadikan paket wisata religi. Lokasinya asri serta semua masih asli," ujar Mari usai masuk kedalam makam Kyai Tumenggung Pusponegoro.
Mari juga berpesan kepada pengarjin suvenir dan kuliner khas Gresik agar terus meningkatkan kualitas serta juga berjanji akan kirimkan disainer untuk membantu buat disain kaos suvenir agar bisa bersaing.
"Kerajinan bentuk kerudung, gantungan kunci (suvenir) bisa dikembangkan desain dan kualitas. Kalo t-shirt akan kita bantu dengan kirimkan desainer. Saya cukup bahagia karena sudah senergi PNPM Budaya dan Kemeparekraf. Ikon kuliner setempat, pudak bisa didorong dan dikembangkan," pungkasnya sambil memakai kerudung.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru