Bahasa kadang jadi kendala besar saat traveling ke negara lain. Terlebih jika negara tersebut memiliki alfabet berbeda seperti kanji. Taiwan pun sedang mengusahakan untuk membuat segalanya lebih bersahabat bagi para wisatawan.
"Saat ini, sudah lebih banyak bahasa Inggris di jalan yang akan memudahkan para wisatawan," ujar Direktur Representatif Taipei Economic & Trade Office di Indonesia, Chang Jen Liang dalam acara Promosi Pariwisata Taiwan di Hotel Sari Pan Pacific lantai 4, Jakarta, Kamis (19/3/2014).
Selain itu, menurut Chang, masyarakat Taiwan pun dianggap lebih ramah dan kooperatif terhadap wisatawan. Mereka mau menunjukkan jalan meski memiliki keterbatasan bahasa.
Jika tidak bisa berbahasa Inggris, masih bisa diusahakan dengan bahasa tubuh. Atau, menunjuk tempat tujuan di peta. Ada pula warga lokal yang akan mengarahkan wisatawan ke orang yang bisa berbahasa Inggris.
Hal yang sama terjadi juga di restoran. Traveler tak perlu pusing memilih menu. Cukup menunjuk makanan salah satu pengunjung yang Anda inginkan dan mereka pun bisa membuatkannya.
"Meski masih sulit, tapi masyarakat kami membuka diri," kata Chang.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong