Jadi Kapten Pilot Perempuan, Apa Rasanya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jadi Kapten Pilot Perempuan, Apa Rasanya?

- detikTravel
Rabu, 30 Apr 2014 18:31 WIB
Jadi Kapten Pilot Perempuan, Apa Rasanya?
Kapten Pilot Dewi Meilina (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Kapten pilot identik dengan laki-laki, tapi ada juga perempuan yang bisa menjadi kapten pilot. Bagaimana rasanya ya menjadi pilot perempuan? Yuk kita tanya Kapten Pilot Dewi Meilina dari AirAsia Indonesia.

Dewi Meilina adalah kapten pilot perempuan pertama di AirAsia Indonesia. Dia memang bukan pilot perempuan yang pertama di Indonesia, namun dia adalah kapten pilot perempuan pertama di Indonesia untuk kategori Airbus.

Perempuan 36 tahun ini sudah mulai berkarir di dunia penerbangan sejak tahun 2002. Sempat berkarir di sejumlah maskapai seperti Mandala dan Sriwijaya kemudian masuk di AirAsia Indonesia sejak 2 tahun lalu. Dewi pun menjadi First Officer atau sering disebut Kopilot.

Melalui pelatihan dan ujian yang berat, ditambah mengumpulkan 5.000 jam terbang, Dewi pun berhak menyandang pangkat Kapten Pilot. Balak empat strip pun menghias bagian bahu dari baju seragamnya. Tentu tidak banyak pilot perempuan, kenapa Dewi mau?

"Saya memang punya passion dengan penerbangan. Saat terbang, saya bisa melihat pemandangan luar biasa dan selalu berbeda setiap saat," kata Dewi mengungkapkan kesannya di kantor AirAsia Indonesia, Jl Marsekal Surya Darma, Cengkareng, Tangerang, Rabu (30/4/2014).

Meski jarang ada pilot perempuan, Dewi tidak merasa dibeda-bedakan. Dia bisa bertemu banyak orang dan lingkungan kerja pilot di AirAsia tidak kaku dan terlalu hirarkis, namun tegas dan keras soal peraturan.

"Kekurangannya ya capek saja sih," kata dia.

Dewi sudah berkeluarga dengan satu putra berusia 4 tahun. Apakah tidak kangen jika sering meninggalkan anak dan suami karena harus terbang?

"Di AirAsia tiap hari kita pulang. Jadi saya tetap bisa bertemu anak setiap hari," jelas Dewi.

CEO AirAsia Indonesia Dharmadi yang ikut nimbrung dalam obrolan mengatakan penerbangan AirAsia dilakukan point to point, sehingga pilot selalu pulang ke kota asalnya setiap hari. "Nilai plus dari AirAsia adalah pilotnya tidak perlu menginap di luar kota," kata dia.

Kembali kepada Dewi, dia mengatakan mulai bertugas sebagai kapten pilot sejak 26 April 2013 kemarin dengan penerbangan Singapura dan Yogya. Kalau boleh tahu, apa hobi Dewi kalau tidak menerbangkan pesawat?

"Saya suka baca komik," ujarnya sambil tersenyum.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads