Dilansir dari CNN, Selasa (6/5/2014), sejauh ini sudah ada 401 kasus Mers di 12 negara termasuk di AS dan Mesir. Walau belum sangat berbahaya seperti SARS, Mers juga sudah menyebabkan kasus kematian. Oleh karena itu, para traveler yang suka wara-wiri ke luar negeri setidaknya harus tahu 5 hal penting soal Mers:
1. Mers adalah coronavirus
Mers masih satu keluarga dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Bedanya Mers belum menular dengan cepat di antara manusia. Namun semua pakar kesehatan di dunia tetap waspada.
Virus Mers seperti demam dan menyerang sistem pernafasan manusia, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS. Gejalanya termasuk demam, batuk, pneumonia, diare dan gagal ginjal. Korban berusia dari 2-94 tahun dengan usia rata-rata 51 tahun.
2. Belum ada Travel Warning untuk wisatawan
Semua kasus Mers berhubungan dengan 6 negara di Semenanjung Arabia, dengan kasus sangat terbatas penularan antara manusia yang berhubungan dekat dengan pasien termasuk petugas medis. Pakar kesehatan AS mengatakan tingkat kematian dalam kasus Mers hanya 30 persen.
Meski demikian, belum diketahui benar bagaimana virus ini menyebar. Oleh karena itu, WHO dan CDC belum mengeluarkan travel warning untuk wisatawan terkait dengan Mers. CDC hanya menyarankan traveler yang pergi ke Semenanjung Arabia untuk meningkatkan kehati-hatian. Jangan dekat dengan orang yang kena Mers atau diduga kena Mers.
3. Mers terkait dengan unta
Para ilmuwan baru-baru ini melaporkan berhasil mengisolasi virus Mers hidup dari dua ekor unta berpunuk tunggal. Riset pada Februari silam mendapati 3/4 unta di Arab Saudi positif terpapar Mers. CDC juga mengatakan Mers ditemukan pada kelelawar di Arab Saudi.
"Cara manusia bisa tertular dari hewan atau lingkungan, masih dalam penyelidikan," kata WHO.
4. Mers ada pola musiman
Menurut para ilmuwan, kasus Mers banyak muncul pada musim semi, dan juga musim semi tahun lalu. Tapi belum dipastikan apakah Mers muncul berdasarkan musim atau ada waktu tertentu dimana virus gampang berpindah.
5. Mers belum ada vaksinnya
Nah, ini yang membuat para traveler harus sangat berhati-hati kalau traveling ke Timur Tengah. Dokter bisa merawat gejala Mers seperti demam atau kesulitan bernafas. Namun, belum ada vaksin atau obat khusus yang bersifat antivirus untuk mengobati Mers.
Jadi, kita perlu waspada ya, traveler!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar