Hal tersebut diakui oleh beberapa biro perjalanan umroh dan haji. Mereka mengaku tidak mengalami penurunan jumlah jamaah yang berniat umroh dalam waktu dekat.
"Belum ada perubahan (jumlah jamaah yang akan berangkat umrah), semua tetap normal saja," ungkap salah satu petugas operator haji dan umroh, PT Thayiba Tora, Icha kepada detikTravel, Selasa (6/5/2014).
Untuk biro perjalanan haji dan umroh PT Thayiba Tora, Icha mengaku tetap memberangkatkan umrah seperti biasa. Biro ini tetap melakukan tiga kali keberangkatan dalam satu bulan.
Tak jauh berbeda dengan PT Thayiba Tora, PT Alia Inda Wisaya Tours & Travel mengaku virus Mers tidak berdampak pada jumlah jamaah yang akan berangkat umroh.
"Sampai ini tidak ada perubahaan jumlah jamaah yang akan umrah," kata petugas operator PT Alia Inda Wisata Tours & Travel, Wisnu.
Biro perjalanan ini tetap menjalankan perjalanan umroh sesuai dengan jadwal ada. Biro perjalanan ini tetap menjalankan keberangkatan jamaah setiap minggu.
"Kita tetap memberangkatkan setiap Selasa, seminggu bisa sekali sampai dua kali. Tapi yang pasti setiap Selasa tetap berangkat," jelas Wisnu.
Senada dengan PT Thayiba Tora dan PT Alia Inda Wisata Tours & Travel, Maktour Tours & Travel juga mengaku tidak mengalami penurunan jumlah jamaah.
"Tetap ada yang berangkat, sama saja," ungkap petugas biro perjalanan Maktour Tours & Travel, Ani.
Jumlah jamaah yang berangkat pun tetap sama tidak mengalami penurunan. "Kita tetap berangkatkan berapa saja jumlahnya," tuturnya.
Saat ini, di Timur Tengah, kini sedang mewabah Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (Mers-CoV). Virus ini muncul dan menyebar di Arab Saudi.
Mers sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona dan merupakan salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. Meski penularannya tidak secepat virus SARS, virus Mers ini dianggap lebih mematikan.
Dilansir dari CNN, Selasa (6/5/2014), sejauh ini sudah ada 401 kasus Mers di 12 negara termasuk di AS dan Mesir. Walau belum sangat berbahaya seperti SARS, Mers juga sudah menyebabkan kasus kematian.
Saat ini Kemenkes belum mengeluarkan larangan kunjungan ke Arab Saudi. Meski begitu, Kemenkes mengeluarkan sejumlah imbauan, seperti menunda umroh dan haji, khususnya jika ada kondisi sebagai berikut, sakit kronis, daya tahan tubuh rendah, usia di atas 65 tahun (lansia), dan hamil dan anak (di bawah 12 tahun).
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica