Tak Cuma Dirusak, Barang dalam Koper Penumpang Juga Diambil

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Koperku Sayang Koperku Malang

Tak Cuma Dirusak, Barang dalam Koper Penumpang Juga Diambil

- detikTravel
Jumat, 09 Mei 2014 15:45 WIB
Tak Cuma Dirusak, Barang dalam Koper Penumpang Juga Diambil
(Thinkstock)
Jakarta - Perlakuan buruk petugas bagasi pada koper, kardus dan barang lain di bagasi bukanlah cerita baru. Namun siapa sangka, tak hanya merusak kardus, barang yang disimpan penumpang di bagasi juga diambil. Kebangetan!

Adalah Rohana Safitri, nama penumpang salah satu maskapai yang mengalami kejadian tak menyenangkan tersebut. Semua berawal ketika ia akan pulang kampung ke Padang dari Jakarta pada Januari 2014.

Ketika itu ia membawa beberapa oleh-oleh untuk kerabat di Padang. Karena tak ingin repot membawa banyak barang di bagasi, ia pun menyimpannya dalam kardus.

Salah satu kardus berisi 15 buah roti yang telah dipacking dengan sempurna. Begitu tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Rohana mendapatkan kardusnya rusak.

"Saya pikir ini sudah biasa karena penanganan di bandara yang kurang baik," tulisnya dalam email kepada detikTravel, Jumat (9/5/2014). Lebih parah lagi, jumlah roti yang ia bawa tinggal 11 buah, alias berkurang 4 buah.

Hal serupa juga dialami penumpang pesawat bernama Wijaya Sentosa. Ketika itu ia melakukan perjalanan dengan rute Surabaya-Balikpapan dengan membawa 1 dus susu kaleng. Dus ini ia simpan di dalam bagasi.

"Setelah mendarat saya mengambil dus susu tadi. Betapa kagetnya saya dus susu ternyata sudah terbongkar dan beberapa kaleng susu penyok," ujar Wijaya.

Yang lebih menjengkelkan lagi, lanjut Wijaya, 1 kaleng susu sudah terbuka segelnya dan isi susu berhamburan. Ia pun langsung lapor ke petugas maskapai, tapi tidak dihiraukan dengan mengatakan itu bukan kesalahan maskapai.

Kisah tak kalah menjengkelkan juga dialami oleh Rudy Gunawan. Dalam emailnya, ia menuturkan koper yang disimpan dalam bagasi rusak, pegangan tangan koper di bagian samping hilang, pegangan resleting hilang dua-duanya.

"Isi koper berantakan, tetapi untung tak ada yang hilang," ungkapnya.

Kerusakan koper usai disimpan di bagasi pesawat ternyata tak hanya dialami penumpang di penerbangan domestik, tapi juga internasional. Sari pun pernah mengalaminya beberapa waktu lalu dalam penerbangan Beijing-Kuala Lumpur-Indonesia.

Berangkat dari Beijing kondisi koper masih baik-baik saja. Semua kunci masih utuh dan kuat, tidak ada tampak akan rusak.

Namun semua berubah begitu tiba di Jakarta. Koper yang awalnya bersih dan kokoh tampak kotor, lusuh dan sedikit penyok. Lebih parah lagi, gembok pada koper patah tepat di bagian pengaitnya dan terbuka setengah. Beruntung tak ada barang yang hilang, meski isi koper sedikit berantakan.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads