Jumat (16/5/2014) sore, Kota Batu dimeriahkan arak-arakan pawai. Kemeriahan ini merupakan rangkaian hajatan Gebyar Budaya Nusantara 2014 yang digelar Pemerintah Kota Batu bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Batu.
Pantauan detikTravel sejak pukul 12.00 WIB siang, sebanyak 156 personel polisi mulai berjaga mensterilkan jalan yang akan dilalui peserta pawai. Sayangnya pengalihan ruas jalan kurang disosialisasikan. Cukup banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui pengalihan jalan alternatif, sehingga banyak yang berputar-putar menghindari jalan yang ditutup dan menyebabkan kemacetan.
Pawai dimulai dari lapangan Agritech menuju alun-alun. Sebanyak 21 kontingen daerah dari seluruh Nusantara, menampilkan seni budaya masing-masing. Dua puluh kontingen tersebut antara lain dari Tulungagung, Banyuwangi, Gresik, Pamekasan, Ponorogo, Kabupaten Jember, Banyumas, serta Kota Batu sendiri. Ada pula kontingen dari Papua, Maluku, Subang, Riau, NTT, NTB, Toraja, Mataram, Bali, Aceh, dan Padang.
Pawai ini dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Kota Batu Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso. Tampak hadir pula budayawan Butet Kertaradjasa di antara tamu undangan.
Selain menjadi ajang promosi pariwisata, perhelatan yang menampilkan beragam atraksi menarik ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga Kota Batu. Tampak warga setempat berduyun-duyun memenuhi bahu jalan, menyaksikan tontonan gratis.
Selain menggelar atraksi, para kontingen dari berbagai wilayah yang berpartisipasi juga memanfaatkan ajang ini untuk memamerkan kuliner mereka. Pembukaan pameran kuliner nusantara digelar di Stadion Brantas mulai pukul 09.00 WIB.
Gebyar Budaya Nusantara berlangsung selama dua hari. Puncak acara digelar Sabtu (17/5/2014) dengan city tour Kota Batu dan ditutup dengan penampilan atraksi seni dari seluruh kontingen.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi